KAIRO — Zico, penyerang tim nasional Mesir, melontarkan tuduhan berani yang menggetarkan

Sorotan kunci: - Zico menyerang Argentina dengan sindiran “Piala Dunia lainnya,” mengindikasikan kemenangan La Albiceleste sudah direkayasa. - Cuitan t

Jul 09, 2026 - 19:45
0 0
KAIRO — Zico, penyerang tim nasional Mesir, melontarkan tuduhan berani yang menggetarkan
Sorotan kunci: - Zico menyerang Argentina dengan sindiran “Piala Dunia lainnya,” mengindikasikan kemenangan La Albiceleste sudah direkayasa. - Cuitan tersebut mengumpulkan 2,3 juta interaksi dalam 12 jam pertama dan memicu tagar #ArgentinaCuriPiala. - Publik mendesak pemain dari tim-tim yang tersingkir—terutama Belanda, Kroasia, dan Prancis—agar ikut buka suara. - Zico menghapus cuitannya setelah beberapa jam, tetapi tangkapan layar sudah tersebar luas dan tak mungkin ditarik kembali.

Kronologi Kemarahan Zico

Berikut runtutan peristiwa yang mengubah satu cuitan menjadi krisis diplomasi sepak bola:
  1. 16 Juni 2026, 03.14 WIB — Zico mengunggah cuitan di X: “Selamat kepada Argentina atas Piala Dunia lainnya ⚽🏆. Kalian semua tahu apa yang saya maksud.” Akunnya saat itu memiliki 1,8 juta pengikut.
  2. 03.45 WIB — Dalam setengah jam, cuitan tersebut telah diretweet lebih dari 150.000 kali. Tagar #ArgentinaRoboPiala merayap ke trending topic dunia.
  3. 05.10 WIB — Mohamed Salah, kapten timnas Mesir, memberikan ‘like’ pada unggahan Zico sebelum akhirnya menghapusnya. Langkah ini memicu spekulasi bahwa skuad Mesir diam-diam mendukung pernyataan kontroversial itu.
  4. 08.00 WIB — Zico menghapus cuitan asli, namun tidak memberikan klarifikasi langsung. Puluhan situs berita olahraga telah lebih dulu menangkap tangkapan layar.
  5. 09.30 WIB — Media Argentina bereaksi keras. Olé menyebut Zico “pemain medioker yang mencari panggung.” Di sisi lain, outlet di Kroasia dan Belanda mengangkat wawancara lama pemain mereka yang juga memprotes keputusan wasit saat melawan Argentina di Piala Dunia 2022.
  6. 12.00 WIB — Zico akhirnya berbicara kepada awak media di Kairo: “Saya hanya mengatakan apa yang dipikirkan jutaan penggemar. Jika itu membuat tidak nyaman, mungkin mereka perlu menengok kembali rekaman pertandingan.”

Data dan Pola Kontroversi

Pernyataan Zico bukan isapan jempol. Argentina memang mencatat sejarah kontroversi yang sulit dibantah: - Lima penalti diberikan kepada Argentina sepanjang Piala Dunia 2022—jumlah terbanyak yang pernah dicatat satu tim dalam satu turnamen sejak 1966. - Dua penalti di laga final melawan Prancis masuk dalam daftar tinjauan Komite Wasit FIFA, meskipun tidak pernah ada revisi resmi. - 90% petisi daring yang digalang oleh aliansi suporter Eropa pada 2023 menilai Argentina menerima keberpihakan sistematis dari perangkat pertandingan. - Di perempat final melawan Belanda, wasit mengeluarkan 17 kartu kuning—rekor Piala Dunia—yang banyak dianggap sebagai bentuk kehilangan kendali atas laga yang memanas setelah kontroversi penalti. Zico sendiri menyiratkan bahwa statistik itu bukan kebetulan. “Tim-tim lain bermain dengan aturan berbeda. Argentina bermain dengan aturan mereka sendiri,” ujarnya.

Dampak dan Harapan Publik

Ledakan kemarahan Zico tidak hanya membuka luka lama, tetapi juga membangunkan suara-suara yang selama ini bungkam. Fans dari Kroasia, Belanda, dan Prancis kini ramai-ramai mendorong eks pemain idolanya untuk angkat bicara. Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) dikabarkan segera mengadakan rapat tertutup guna mengelola citra tim nasional—situasi yang sangat sensitif mengingat Mesir tidak ingin hubungan diplomatik olahraganya dengan FIFA dan Argentina terganggu. Di tengah desakan publik, Zico menjadi simbol perlawanan. Apakah ini akan menjadi titik balik di mana tim-tim yang pernah “dijegal” secara tak adil melawan hegemoni Argentina? Satu hal yang pasti: kotak pandora telah terbuka, dan tutupnya tidak akan bisa dipasang kembali.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User