Jutaan Pelayat Padati Karbala Antar Jenazah Ali Khamenei

Karbala, Irak – Kota suci Karbala berubah menjadi lautan manusia pada Kamis (9/7/2026) saat jutaan pelayat Syiah dari berbagai penjuru dunia memadati prose

Jul 12, 2026 - 09:37
0 0
Jutaan Pelayat Padati Karbala Antar Jenazah Ali Khamenei

Karbala, Irak – Kota suci Karbala berubah menjadi lautan manusia pada Kamis (9/7/2026) saat jutaan pelayat Syiah dari berbagai penjuru dunia memadati prosesi pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Jenazah disemayamkan di kompleks Makam Imam Hussein, salah satu tempat tersuci bagi umat Islam Syiah.

Perjalanan Jenazah dari Teheran ke Karbala

Ali Khamenei menghembuskan napas terakhirnya pada Rabu (8/7/2026) di kediamannya di Teheran setelah berjuang melawan penyakit kronis yang dirahasiakan. Kabinet Iran segera mengumumkan tiga hari berkabung nasional. Berdasarkan wasiatnya, jenazah diterbangkan ke Karbala, Irak, dengan pengawalan ketat militer untuk dimakamkan di samping makam cucu Nabi Muhammad, Imam Hussein. Ribuan orang memadati Bandara Internasional Baghdad sejak subuh untuk menyambut iring-iringan jenazah.

“Saya datang berjalan kaki dari Najaf selama tiga hari. Saya ingin memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin spiritual kami yang membela Islam sejati,” tutur Hassan al-Mousawi, 61, seorang peziarah asal Basra, sambil menitikkan air mata.

Menurut data pemerintah setempat, lebih dari tiga juta pelayat menghadiri prosesi di Karbala. Mereka mengibarkan bendera hitam, melantunkan madih dan marthiya, serta membawa foto-foto mendiang Khamenei dan pendiri Republik Islam Iran, Ayatollah Khomeini. Puluhan relawan dari organisasi Al-Abbas membagikan air dan makanan bagi para pelayat yang berdesakan di tengah suhu mencapai 44 derajat Celsius.

Suasana Haru dan Pengamanan Ketat

Pemerintah Irak mengerahkan 25.000 personel gabungan dari militer, polisi, dan brigade khusus untuk mengamankan perjalanan jenazah. Helikopter dan drone terus memantau kerumunan dari udara. Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Irak, Saad Maan, menyampaikan bahwa pihaknya bekerja sama erat dengan pengawal Revolusi Iran untuk memastikan tidak ada insiden. “Kami siap mengamankan momen bersejarah ini dengan seluruh kekuatan,” katanya.

Di dalam mausoleum Imam Hussein, peti mati Khamenei yang dilapisi bendera Iran dan kain hijau zaitun diletakkan di ruang khusus. Upacara pemakaman dipimpin oleh putra mendiang, Mojtaba Khamenei, serta sejumlah marja’ agung. Doa dan tahlil berkumandang, diselingi teriakan “Labbayka ya Hussein” dari para pelayat.

Warisan Khamenei dan Reaksi Dunia

Ali Khamenei menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989, menggantikan Ayatollah Khomeini. Selama kepemimpinannya, Iran menghadapi berbagai sanksi internasional, ketegangan nuklir, dan konflik regional. Ia dikenal sebagai figur yang teguh mempertahankan ideologi Velayat-e Faqih. Kemangkatannya meninggalkan kekosongan besar di pucuk kekuasaan Iran. Dewan Ahli (Assembly of Experts) dijadwalkan segera menggelar sidang darurat untuk memilih penerus.

Reaksi belasungkawa membanjiri dunia Islam, mulai dari Hizbullah di Lebanon, Houthi di Yaman, hingga Hamas di Palestina. Sementara itu, negara-negara Barat memantau proses transisi kekuasaan dengan hati-hati. Presiden Prancis dan Perdana Menteri India menyampaikan simpati, meski beberapa negara Eropa tidak mengirim perwakilan resmi.

[SOCIAL_TWEET]: Jutaan pelayat membanjiri Karbala untuk prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Kamis. Suasana haru menyelimuti makam Imam Hussein. #Iran #Khamenei #Karbala[SOCIAL_TG]: 🖤😢 Lebih 3 juta pelayat Syiah padati Karbala mengantar jenazah Ali Khamenei. Matahari terik 44°C tak menyurutkan duka. #Iran #Karbala #BreakingNews

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User