Peserta Tersungkur di Depan Banteng Aduan Saat San Fermin
Pamplona, Spanyol – Festival San Fermin yang ikonik kembali menyajikan momen dramatis pada hari ketiga penyelenggaraan lari banteng (encierro) tahun ini. S
Pamplona, Spanyol – Festival San Fermin yang ikonik kembali menyajikan momen dramatis pada hari ketiga penyelenggaraan lari banteng (encierro) tahun ini. Seorang peserta dilaporkan terjatuh tepat di depan kawanan banteng aduan dari peternakan Victoriano del Río, Kamis (9/7/2026) pagi waktu setempat.
Kronologi Kejadian
Menurut laporan otoritas setempat, insiden terjadi sekitar pukul 08.00 pagi saat ratusan pemberani berpacu dengan enam banteng jantan di sepanjang rute 825 meter menuju arena Plaza de Toros. Rekaman CCTV dan video amatir yang beredar menunjukkan seorang pria paruh baya tersandung dan jatuh tersungkur di depan dua banteng yang berlari kencang. Beruntung, banteng-banteng tersebut berlari melewati korban tanpa menyeruduknya secara langsung. Dalam hitungan detik, petugas medis yang bersiaga langsung melompati pagar pembatas untuk mengevakuasi korban.
“Saya lihat dia jatuh, lalu banteng melompati tubuhnya. Itu sangat menakutkan. Kami semua berteriak, tapi syukurlah dia selamat,” ujar Carlos Ruiz, saksi mata yang juga ikut berlari.
Korban, yang diketahui bernama Miguel Ángel Fernández (42), warga Barcelona, mengalami luka lecet di bagian punggung dan memar di lengan kanan. Ia segera dilarikan ke Rumah Sakit Universitas Navarra untuk penanganan lebih lanjut. Pihak rumah sakit memastikan kondisinya stabil dan tidak mengalami cedera serius.
Respons Panitia dan Statistik Kecelakaan
Juru bicara festival, Iñaki Redondo, menyatakan bahwa keselamatan peserta tetap menjadi prioritas. “Kami memiliki 200 petugas medis, 16 ambulans, dan sistem evakuasi darurat di sepanjang rute. Insiden seperti ini memang bagian dari risiko yang dipahami setiap pelari,” tegasnya dalam konferensi pers. Data mencatat, sepanjang penyelenggaraan San Fermin tahun ini, sudah ada tiga insiden dengan korban luka ringan. Tahun lalu, tercatat tujuh cedera, termasuk satu tusukan tanduk.
Sejarah Kelam Lari Banteng
Festival San Fermin yang digelar sejak tahun 1591 ini memang dikenal ekstrem. Sejak pencatatan dimulai pada tahun 1910, setidaknya 16 orang tewas dalam acara lari banteng. Korban terakhir yang meninggal adalah Daniel Jimeno Romero pada tahun 2009 setelah mengalami luka tusuk tanduk di leher dan paru-paru.
Meski demikian, atraksi ini tetap memikat ribuan partisipan dari seluruh dunia. Tahun 2026, panitia mencatat lebih dari 3.500 pelari terdaftar per hari, dengan mayoritas berasal dari Amerika Serikat, Australia, dan Prancis. Tradisi ini diyakini menghormati Santo Fermin, santo pelindung Pamplona.
Di media sosial, netizen ramai mengunggah foto dan video detik-detik jatuhnya korban. Tagar #SanFermin2026 dan #Encierro sempat menjadi trending di Twitter wilayah Spanyol. Banyak yang memuji kecepatan respons tim medis dan mengingatkan pentingnya kesadaran risiko bagi pelari pemula.
[SOCIAL_TWEET]: Dramatis! Seorang peserta lari banteng San Fermin tersungkur di depan kawanan banteng aduan, Kamis (9/7). Beruntung nyawanya terselamatkan. #SanFermin2026 #Encierro #Pamplona[SOCIAL_TG]: 🐂💥 Detik-detik menegangkan di San Fermin: Seorang peserta terjatuh saat banteng mendekat. Beruntung, ia selamat! #SanFermin #Breaking
Comments (0)