Bahlil Minta Kader MKGR Beri Masukan soal Program MBG
JAKARTA — Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan kader Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) wajib mengambil peran kritis dalam mengawal kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran....
JAKARTA — Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan kader Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) wajib mengambil peran kritis dalam mengawal kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran. Instruksi itu disampaikan langsung di forum Musyawarah Besar Luar Biasa MKGR, dengan penekanan khusus pada evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dukungan Kritis, Bukan Sekadar Kepatuhan
Bahlil menolak paradigma dukungan tanpa syarat. Menurutnya, loyalitas terbaik terhadap pemerintah justru diukur dari keberanian menyodorkan kritik dan rekomendasi perbaikan.
Ia mencontohkan sejumlah titik lemah dalam distribusi MBG di lapangan yang memerlukan umpan balik langsung dari kader akar rumput. "Kader jangan sungkan menyampaikan yang benar," cetusnya singkat saat membuka sesi dialog.
Tiga Poin Arahan Langsung
Bahlil merinci tiga pilar peran MKGR sebagai mitra strategis pemerintah:
- Kader sebagai radar masalah: Mendeteksi hambatan teknis program MBG, mulai dari rantai pasok bahan pangan lokal hingga ketepatan sasaran penerima manfaat.
- Forum koordinasi rutin: MKGR wajib menggelar rapat evaluasi dwi-mingguan dan hasilnya dirangkum dalam dokumen rekomendasi yang diserahkan ke kementerian terkait.
- Saluran aspirasi terstruktur: Setiap keluhan warga yang terekam harus langsung diunggah ke sistem pemantauan digital partai agar tidak berhenti di level obrolan warung kopi.
Komitmen Penguatan Program Nasional
Bahlil menegaskan instruksi ini bukan respons reaktif, melainkan bagian dari desain kolaborasi jangka panjang yang telah disepakati jajaran pimpinan Golkar. Kader MKGR tidak perlu ragu menyampaikan data objektif, meskipun temuan di lapangan menunjukkan fakta yang tidak populer.
Ia mencontohkan beberapa titik distribusi MBG di daerah terpencil yang mengalami kendala akses transportasi. Kendala seperti itu harus segera dilaporkan sebagai bahan perbaikan, bukan ditutupi demi menjaga citra.
Lebih dari sekadar program makan siang gratis, MBG diposisikan Bahlil sebagai instrumen penyelamatan gizi generasi emas. Oleh karena itu, pengawalan kader harus seteliti mungkin. MKGR yang memiliki jaringan hingga pelosok kampung dinilai menjadi organ paling tepat untuk menjadi kepanjangan mata dan telinga pemerintah.
Keterlibatan kader juga diharapkan mampu meredam potensi penyimpangan anggaran di tingkat pelaksana. Dengan adanya kontrol berlapis dari struktur partai, risiko kebocoran dana program strategis bisa ditekan signifikan.
Di penghujung arahannya, Bahlil menekankan bahwa ruang menyampaikan masukan sudah dibuka selebar-lebarnya oleh pemerintah. Menolak memberi masukan sama dengan mengabaikan amanah perjuangan.
Baca juga:
Comments (0)