JPO Stasiun Bogor Dibongkar Mulai Dini Hari Nanti, Akses Jalan Sekitar Ditutup Total
Bogor — Pemerintah Kota Bogor akan segera melaksanakan pembongkaran jembatan penyeberangan orang (JPO) yang berada tepat di depan Stasiun Bogor, Jalan Kapten Muslihat, mulai dini hari nanti. Proses
Bogor — Pemerintah Kota Bogor akan segera melaksanakan pembongkaran jembatan penyeberangan orang (JPO) yang berada tepat di depan Stasiun Bogor, Jalan Kapten Muslihat, mulai dini hari nanti. Proses pembongkaran infrastruktur tua ini akan berlangsung selama beberapa hari ke depan dan dipastikan memicu perubahan arus lalu lintas yang signifikan di kawasan pusat kota tersebut.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Bogor, Ridwan, dalam keterangannya kepada media kami pada Kamis (25/6/2026), mengonfirmasi bahwa pembongkaran akan dimulai pada Jumat (26/6) dini hari. "Rencananya malam ini (dini hari) pembongkarannya. Untuk lalu lintas, rencananya nanti akan ada penutupan mulai jam 00.00 sampai jam 04.00 WIB, pokoknya ditutup selama empat jam," ujar Ridwan. Penutupan total ini berlaku bagi seluruh akses jalan yang melintasi kawasan JPO tersebut.
"Rencananya malam ini (dini hari) pembongkarannya. Untuk lalu lintas, rencananya nanti akan ada penutupan mulai jam 00.00 sampai jam 04.00 WIB, pokoknya ditutup selama empat jam," ujar Ridwan.
Berdasarkan jadwal yang telah disusun, pengerjaan proyek pembongkaran JPO ini tidak hanya berlangsung dalam satu malam. Kegiatan akan terus dilaksanakan secara bertahap dari Jumat (26/6) hingga Kamis (2/7). Artinya, selama sepekan penuh, mulai tengah malam hingga menjelang subuh, ruas jalan di depan stasiun ikonik tersebut akan ditutup total untuk kendaraan. Kebijakan ini diambil demi menjamin keselamatan para pekerja dan menghindari insiden yang tidak diinginkan selama pembongkaran.
JPO Stasiun Bogor sendiri dikenal sebagai salah satu titik penyeberangan vital yang menghubungkan kawasan stasiun dengan pusat perbelanjaan dan pedestrian di sepanjang Jalan Kapten Muslihat. Keberadaannya sangat strategis mengingat tingginya volume pejalan kaki yang hilir mudik setiap harinya. Pihak berwenang mengimbau kepada para pengguna jalan untuk menghindari kawasan tersebut pada jam-jam penutupan dan mencari rute alternatif agar perjalanan tidak terganggu.
Rekayasa lalu lintas ini tentunya akan berdampak pada mobilitas warga, terutama mereka yang biasa melintas pada dini hari, termasuk para pekerja shift malam dan pengemudi angkutan umum. Dishub Kota Bogor mengaku telah menyiapkan rambu-rambu pengalihan arus di sekitar lokasi untuk memandu pengguna jalan. Masyarakat diminta untuk mematuhi arahan petugas di lapangan demi kelancaran proses pembongkaran.
Belum ada pernyataan resmi apakah setelah pembongkaran ini akan dibangun JPO baru yang lebih modern ataukah dilakukan penataan ulang kawasan tanpa jembatan layang. Hingga berita ini diturunkan, tim teknis dari dinas terkait masih terus memfinalisasi persiapan lapangan agar pembongkaran tahap pertama pada dini hari nanti dapat berjalan lancar dan sesuai target waktu yang telah ditentukan.
Comments (0)