Jepang Naikkan Biaya Visa 5 Kali Lipat, Turis RI Akan Terdampak

Laporan dari Tokyo — Mulai 1 Juli 2026, setiap warga negara asing yang ingin menginjakkan kaki di Jepang harus merogoh kocek jauh lebih dalam. Pemerintah Negeri Sakura resmi menaikkan biaya visa ku

Jul 08, 2026 - 05:36
0 0
Jepang Naikkan Biaya Visa 5 Kali Lipat, Turis RI Akan Terdampak

Laporan dari Tokyo — Mulai 1 Juli 2026, setiap warga negara asing yang ingin menginjakkan kaki di Jepang harus merogoh kocek jauh lebih dalam. Pemerintah Negeri Sakura resmi menaikkan biaya visa kunjungan hingga lima kali lipat dari tarif yang berlaku saat ini. Kenaikan ini menjadi yang pertama dalam hampir setengah abad, tepatnya sejak 1978, sehingga menandai perubahan besar dalam kebijakan imigrasi negara tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Beritatercepat.com, tarif visa sekali kunjungan (single-entry) melonjak dari 3.000 yen (sekitar Rp333.000) menjadi 15.000 yen (sekitar Rp1,6 juta). Sementara itu, biaya visa multi-kunjungan yang sebelumnya dipatok 6.000 yen (sekitar Rp667.000) kini menyentuh angka 30.000 yen (sekitar Rp3,3 juta). Perubahan ini otomatis berdampak langsung bagi para pelancong, termasuk turis asal Indonesia yang selama ini menjadikan Jepang sebagai salah satu destinasi favorit di Asia Timur.

Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, dalam keterangan resmi kepada awak media menyampaikan bahwa penyesuaian biaya visa tersebut tidak dilakukan secara tiba-tiba, melainkan sebagai langkah untuk menyesuaikan dengan kondisi ekonomi terkini.

“Kenaikan ini untuk mencerminkan inflasi dan fluktuasi nilai tukar yang terjadi selama beberapa dekade terakhir,” ujar Motegi.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Jepang berusaha menyelaraskan biaya layanan keimigrasiannya dengan realitas ekonomi global yang terus berubah. Selama 48 tahun, biaya visa masuk Jepang nyaris tidak bergerak, sementara inflasi dan pelemahan yen terhadap mata uang utama dunia telah menggerus nilai riil dari penerimaan negara di sektor tersebut.

Bagi wisatawan Indonesia, lonjakan biaya ini jelas akan menambah pos pengeluaran sebelum keberangkatan. Jika sebelumnya seorang wisatawan cukup menyiapkan dana sekitar Rp333.000 untuk visa tunggal, kini jumlah itu membengkak menjadi sekitar Rp1,6 juta. Ditambah dengan biaya pengurusan di agen perjalanan, total biaya bisa lebih tinggi lagi. Jepang sendiri merupakan salah satu destinasi unggulan bagi turis Indonesia, dengan daya tarik wisata alam, kuliner, dan budaya yang kuat, sehingga kenaikan ini diperkirakan akan tetap diserap pasar meskipun menimbulkan keluhan.

Meski demikian, sebagian kalangan menilai bahwa Jepang tetap kompetitif jika dibandingkan dengan negara-negara maju lain yang juga menerapkan biaya visa cukup tinggi. Namun, bagi para pelaku usaha perjalanan di Tanah Air, penyesuaian ini dapat mempengaruhi minat wisatawan kelas menengah yang sensitif terhadap perubahan harga. Dengan waktu pelaksanaan yang tinggal beberapa bulan lagi, para agen perjalanan bersiap mengedukasi calon pelanggan tentang struktur biaya baru ini agar tidak terjadi kebingungan di kemudian hari.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fitri-handayani

Reporter Lapangan. Reporter lapangan peristiwa terkini.

Comments (0)

User