Wanita Bandung Pesan Makanan Ini Usai 3 Tahun Disekap Taufik Hidayat
Kondisi YTR (29), perempuan asal Rancaekek, Kabupaten Bandung, yang menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh kekasihnya sendiri selama tiga tahun, terus menunjukkan kemajuan. Setelah berhasil
Kondisi YTR (29), perempuan asal Rancaekek, Kabupaten Bandung, yang menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh kekasihnya sendiri selama tiga tahun, terus menunjukkan kemajuan. Setelah berhasil terlepas dari cengkeraman pelaku, permintaan pertamanya bukanlah barang mewah atau hiburan mahal, melainkan semangkuk mi ayam hangat—makanan sederhana yang selama ini hanya tinggal kenangan.
Hal itu disampaikan oleh bibi korban, Erni Heryadi (39), saat diwawancarai tim kami. Erni mengaku langsung tergerak ketika mendengar keponakannya menyebut mi ayam. “Kondisi dia bagus. Pertama yang dia minta cuma minta mi ayam. Mi ayam itu bukan hal mewah, mungkin nggak rasain (saat disekap pelaku), saya sampai suapi dia,” tutur Erni seperti dilansir Beritatercepat.com, Kamis (25/6/2026).
“Kondisi dia bagus. Pertama yang dia minta cuma minta mi ayam. Mi ayam itu bukan hal mewah, mungkin nggak rasain (saat disekap pelaku), saya sampai suapi dia.”
Kutipan tersebut menjadi gambaran betapa pedihnya kehidupan yang dijalani YTR selama bersembunyi dalam ketakutan. Mi ayam yang bagi banyak orang adalah santapan biasa, baginya menjelma simbol kemerdekaan dan pemulihan. Erni menuturkan, keluarganya kini berfokus pada pemulihan fisik dan psikis korban, setelah mengalami tekanan berkepanjangan akibat pengurungan dan kekerasan yang dilakukan Taufik Hidayat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Beritatercepat.com, YTR terakhir kali terlihat publik pada pertengahan 2023. Ia diduga dijebak dan kemudian disekap oleh pelaku yang tak lain adalah kekasihnya sendiri. Selama tiga tahun, ia hidup dalam ruang sempit dengan pengawasan ketat dan kerap mengalami penganiayaan. Baru pada Juni 2026, pihak berwenang berhasil mengendus keberadaannya dan melakukan penyelamatan. Kini, YTR menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan, didampingi keluarga dekat.
Permintaan mi ayam itu seketika menyatukan kembali ikatan keluarga yang sempat terenggut. Suapan pertama dari sang bibi menjadi momen emosional yang tak akan terlupakan. Pihak keluarga berharap, seiring pulihnya nafsu makan, semangat hidup YTR juga ikut bangkit. Rencana pendampingan psikologis sudah disiapkan, mengingat trauma berat yang dialami dalam jangka panjang.
Sementara itu, Taufik Hidayat, pelaku penyekapan, masih dalam proses hukum dan terancam pasal berlapis terkait perampasan kemerdekaan serta penganiayaan. Publik mendesak agar kasus ini ditangani serius sebagai pengingat bahwa kekerasan dalam relasi personal dapat merenggut hak dasar seseorang untuk hidup bebas. Semangkuk mi ayam yang kini dinikmati YTR adalah bukti kecil, namun bermakna, bahwa kebebasan dan kasih sayang keluarga tidak tergantikan.
Comments (0)