Jakarta Siapkan Rp99,9 Miliar Bidik 100 Mahasiswa ke 11 Negara
BARU SAJA — Pemprov DKI Jakarta resmi mengalokasikan dana fantastis Rp99,9 miliar untuk program beasiswa LPDP tahun 2027. Anggaran ini dikonfirmasi akan menerbangkan 100 mahasiswa pascasarjana ke 11...
BARU SAJA — Pemprov DKI Jakarta resmi mengalokasikan dana fantastis Rp99,9 miliar untuk program beasiswa LPDP tahun 2027. Anggaran ini dikonfirmasi akan menerbangkan 100 mahasiswa pascasarjana ke 11 negara tujuan. Keputusan ini diambil usai rapat terbatas antara Dinas Pendidikan dan Tim Pengelola Keuangan Daerah sore tadi.
Skema & Target Strategis
Sekretaris Daerah menyatakan bahwa anggaran tersebut sudah masuk dalam KUA-PPAS 2027 dan diproyeksikan menjadi yang terbesar dalam sejarah beasiswa pemprov. Targetnya bukan sekadar kuantitas, melainkan penguasaan bidang-bidang prioritas pembangunan Jakarta pasca-IKN. Rincian alokasinya meliputi biaya kuliah penuh, tunjangan riset, asuransi, hingga tiket pulang-pergi.
Buruan 11 Negara
Ke-11 negara tujuan belum diumumkan secara lengkap, namun bocoran dari sumber internal Bappeda menyebut Amerika Serikat, Inggris, Australia, Jepang, Korea Selatan, Jerman, Belanda, Singapura, dan tiga negara Nordik sebagai prioritas. Masing-masing negara akan disesuaikan dengan kluster program studi unggulan.
- 100 kuota: 70 jalur S2 dan 30 jalur S3.
- 11 negara tujuan: mencakup Eropa, Asia-Pasifik, dan Amerika Utara.
- Bidang fokus: teknik lingkungan, tata kota cerdas, ilmu data, kesehatan publik, dan kebijakan publik.
- Rp99,9 miliar mencakup seluruh komponen pendidikan plus biaya hidup 4 tahun.
Mekanisme Distribusi & Seleksi
Meski menggunakan bendera LPDP, proses seleksi akan dikawal ketat oleh Pemprov melalui LPDP Jakarta. Tahap awal melibatkan seleksi administrasi berbasis sistem Merit-Based Index, kemudian dilanjutkan wawancara mendalam oleh panel akademisi dan birokrat senior.
Kepala Bappeda menegaskan tidak akan ada jatah titipan. “Kami pasang saringan tiga lapis untuk pastikan yang lolos benar-benar mampu mengubah Jakarta,” ujarnya. Pendaftaran diperkirakan dibuka kuartal pertama 2027 bersamaan dengan roadshow ke universitas-universitas negeri dan swasta di ibu kota.
Dampak Jangka Panjang
Program ini diproyeksikan menciptakan 100 inovator yang akan mengisi pos strategis di BUMD, badan layanan umum, dan pusat riset Pemprov. Mereka nantinya diikat kontrak pengabdian minimal 2n+1 tahun agar ilmu yang diperoleh tidak menguap begitu saja.
Pemprov mengklaim investasi ini ekuivalen dengan pembangunan satu rumah sakit tipe B, namun dampaknya bisa melipatgandakan efisiensi anggaran di 20 tahun mendatang. Sejumlah anggota DPRD meminta transparansi penuh agar publik bisa mengawal sejak awal.
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan masih merampungkan detail Memorandum of Understanding (MoU) dengan 15 universitas top dunia. Pemprov menargetkan seluruh penerima sudah bertolak ke negara tujuan paling lambat September 2027.
Comments (0)