Jakarta

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali memperingati Hari Parlemen Internasional atau International Day of Parliamentarism pada 30 Juni 2026. Momentum tahunan ini menjadi pengingat pentingnya pera

Jul 08, 2026 - 05:35
0 0
Jakarta

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali memperingati Hari Parlemen Internasional atau International Day of Parliamentarism pada 30 Juni 2026. Momentum tahunan ini menjadi pengingat pentingnya peran lembaga legislatif dalam menjaga demokrasi dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan di seluruh dunia.

Sejarah Penetapan 30 Juni

Tanggal 30 Juni dipilih bukan tanpa alasan. Pada hari yang sama di tahun 1889, Inter-Parliamentary Union (IPU)—organisasi parlemen global tertua—resmi didirikan di Paris, Perancis. IPU lahir dari gagasan dua tokoh perdamaian, Frédéric Passy dan William Randal Cremer, yang percaya bahwa dialog antarparlemen dapat mencegah konflik dan mempromosikan kerja sama internasional. Sejak saat itu, IPU berkembang menjadi forum utama bagi parlemen nasional untuk bertukar pikiran dan memperkuat praktik demokrasi.

Peran Strategis Parlemen Modern

Parlemen tidak sekadar lembaga pembuat undang-undang. Di era modern, parlemen menjadi representasi suara rakyat, pengawas jalannya pemerintahan, serta pilar utama penegakan hak asasi manusia. Melalui fungsi anggaran dan legislasi, parlemen turut memastikan setiap kebijakan negara berorientasi pada kesejahteraan publik. Karena itulah, peringatan Hari Parlemen Internasional mengajak seluruh masyarakat untuk mengapresiasi dedikasi para wakil rakyat sekaligus terus mendorong akuntabilitas kinerja mereka.

Peringatan 2026 dan Harapan ke Depan

Untuk tahun 2026, peringatan Hari Parlemen Internasional mengusung semangat inklusi dan keterbukaan. Berbagai parlemen di dunia, termasuk di Indonesia, lazim menggelar diskusi publik, seminar, hingga pameran virtual yang menyoroti praktik baik legislasi dan partisipasi warga. Kegiatan tersebut diharapkan mampu mendekatkan lembaga parlemen dengan masyarakat yang diwakilinya.

"Parlemen yang kuat dan inklusif adalah fondasi demokrasi yang sehat. Tanpa parlemen yang berfungsi optimal, pembangunan berkelanjutan dan perdamaian abadi sulit tercapai," ujar seorang pejabat IPU dalam pernyataan tertulis yang diterima media kami beberapa waktu lalu.

Dengan tantangan global yang semakin kompleks—mulai dari perubahan iklim, ketimpangan ekonomi, hingga disrupsi teknologi—peran parlemen sebagai jembatan antara negara dan rakyat menjadi lebih krusial. Peringatan Hari Parlemen Internasional 2026 ini sekaligus menjadi momen refleksi bagi seluruh anggota dewan untuk mengevaluasi sejauh mana lembaga legislatif mampu menjawab kebutuhan zaman dan membela kepentingan publik secara nyata.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yoga-mahendra

Editor Breaking. Editor breaking news dan peristiwa terkini.

Comments (0)

User