Inovasi dan Edukasi Jadi Fokus Jakpro Group di Jakarta Fair 2026
JAKARTA — Jakpro Group menandai partisipasinya di Jakarta Fair 2026 dengan menghadirkan pameran inovatif dan edukatif terbesar yang pernah dibuat. Selama 32 hari, mulai 12 Juni hingga 13 Juli 2026, ...
JAKARTA — Jakpro Group menandai partisipasinya di Jakarta Fair 2026 dengan menghadirkan pameran inovatif dan edukatif terbesar yang pernah dibuat. Selama 32 hari, mulai 12 Juni hingga 13 Juli 2026, pengunjung diajak menyelami proyek-proyek unggulan melalui pendekatan yang segar dan interaktif.
Bertempat di Hall A Jakarta International Expo Kemayoran, gerai Jakpro langsung mencuri perhatian sejak hari pertama. Konsep ruang pameran yang terintegrasi dengan teknologi mutakhir memberikan pengalaman berbeda dari sekadar pameran pembangunan biasa.
Proyek Strategis dalam Genggaman
Sorotan utama pameran ini adalah simulasi Jakarta International Stadium (JIS) melalui teknologi Virtual Reality (VR). Pengunjung bisa mengeksplorasi setiap sudut stadion bertaraf internasional berkapasitas 82.000 kursi itu, lengkap dengan sensasi menyaksikan pertandingan atau konser musik secara virtual. Tidak kalah memukau, LRT Jakarta dihadirkan lewat simulator perjalanan yang membuat pengguna seolah melintasi rute Velodrome - Manggarai dalam waktu singkat.
Selain dua proyek ikonik itu, Jakpro turut memamerkan Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter, fasilitas pengolahan sampah modern yang akan mengubah limbah menjadi energi listrik. Video mapping 360 derajat memvisualisasikan proses kerja ITF yang ramah lingkungan. Zona ini menjadi bukti komitmen Jakpro dalam pembangunan berkelanjutan.
Belajar Sambil Bermain
Pameran tidak hanya menonjolkan sisi teknologi, tetapi juga menjadi ruang edukasi publik. Setiap hari, diadakan workshop arsitektur dan perencanaan kota bagi pelajar dan mahasiswa. Para peserta diajak merancang miniatur kawasan terpadu menggunakan perangkat lunak desain sederhana. Program 'Beasiswa Bangun Jakarta' juga diumumkan, memberikan kesempatan bagi siswa berprestasi untuk melanjutkan studi di bidang teknik dan tata kota.
Sesi bincang-bincang dengan para insinyur dan pakar tata ruang dijadwalkan setiap akhir pekan. Diskusi ini membahas tantangan dan solusi infrastruktur masa depan, mulai dari transportasi hingga pengelolaan air. "Kami ingin menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap proyek-proyek ini. Pemahaman yang baik akan melahirkan dukungan dan partisipasi aktif," jelas Direktur Pengembangan Bisnis Jakpro, Rini Wulandari, saat ditemui di sela acara.
Etalase UMKM dan Ekonomi Lokal
Jakpro juga menyediakan area khusus bagi pelaku UMKM binaan di sekitar lingkar proyek. Puluhan produk, mulai dari busana khas Betawi, kerajinan tangan, hingga kuliner legendaris, dipajang di deretan stan yang tertata artistik. Langkah ini merupakan wujud nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat yang menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.
Untuk menambah kemeriahan, diselenggarakan festival budaya mini yang menampilkan tari-tarian tradisional dan pertunjukan musik lokal setiap Sabtu malam. Pengunjung dapat bersantai di zona kuliner sambil menikmati hiburan.
Antusiasme Pengunjung
Hingga hari ketiga pameran, antrean pengunjung yang ingin mencoba wahana VR JIS mencapai lebih dari 2.000 orang per hari. Salah satu pengunjung, Andi (24), mengaku terkesan. "Baru kali ini saya bisa merasakan sensasi di dalam JIS meski belum benar-benar dibuka. Sangat realistis dan membuat penasaran," ujarnya.
Panitia memperkirakan total kunjungan ke gerai Jakpro selama 32 hari akan menembus angka 150.000 orang. Hal ini mengingat Jakarta Fair selalu menjadi magnet bagi jutaan warga ibu kota dan sekitarnya.
Tiket masuk ke Jakarta Fair 2026 seharga Rp50.000 sudah termasuk akses penuh ke semua wahana Jakpro. Gerai buka setiap pukul 10.00 hingga 22.00 WIB, kecuali hari libur nasional yang diperpanjang hingga pukul 24.00.
Dengan perpaduan teknologi, edukasi, dan hiburan, Jakpro Group berharap partisipasi tahun ini mampu memperkuat citra BUMD sebagai motor penggerak inovasi dan pembangunan Jakarta yang lebih inklusif.
Baca juga:
Comments (0)