306 Karhutla Melanda Sumsel per Juli 2026, PALI Paling Kritis

PALEMBANG – Hingga 9 Juli 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mencatat sedikitnya 306 titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayahnya. Angka ini menunj...

Jul 12, 2026 - 21:12
0 0
306 Karhutla Melanda Sumsel per Juli 2026, PALI Paling Kritis

PALEMBANG – Hingga 9 Juli 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mencatat sedikitnya 306 titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayahnya. Angka ini menunjukkan eskalasi serius seiring masuknya puncak musim kemarau.

PALI Jadi Episentrum Bencana

Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menjadi daerah dengan frekuensi kejadian tertinggi. Wilayah yang didominasi lahan gambut ini menyumbang lebih dari sepertiga total kasus. BPBD setempat mengonfirmasi bahwa mayoritas titik api muncul di kawasan perkebunan dan hutan produksi yang rentan terbakar.

Data terbaru menunjukkan lonjakan signifikan sejak awal Juni saat curah hujan mulai menurun drastis. Sepanjang periode pemantauan Januari hingga 9 Juli, intensitas kebakaran meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan rata-rata bulan sebelumnya. Tim gabungan mencatat lebih dari 40 titik api masih aktif dan tersebar di enam kecamatan di PALI.

Kondisi tanah gambut yang mengering menyerupai bubuk mesiu memperparah situasi. Sekali tersulut, api dengan cepat merembet ke bawah permukaan dan sulit dijangkau. Akibatnya, upaya pemadaman tradisional sering kali tidak maksimal dan membutuhkan dukungan water bombing.

Ancaman Asap dan Kesehatan

Dampak karhutla tak hanya merusak ekosistem, tetapi juga menciptakan kabut asap pekat yang meresahkan warga. Dalam sepekan terakhir, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di beberapa titik di PALI sempat menyentuh level tidak sehat. Dinas Kesehatan membuka posko darurat untuk menangani lonjakan pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama pada kelompok rentan seperti balita dan lansia.

Sekolah-sekolah di empat kecamatan yang paling terdampak telah mengalihkan aktivitas ke pembelajaran jarak jauh. "Konsentrasi PM2.5 berada di atas ambang batas WHO, jadi kebijakan belajar di rumah kami perpanjang," ujar seorang pejabat Dinas Pendidikan setempat saat dikonfirmasi pada Jumat (9/7).

Kesiapsiagaan dan Tantangan

BPBD Sumsel telah menyiagakan ribuan personel gabungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan. Armada pemadam darat dikerahkan bersama helikopter pengebom air yang berpangkalan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. Meski demikian, keterbatasan akses menuju area terdalam serta cuaca ekstrem yang kering kerap menghambat upaya pemadaman.

Kepala BPBD Sumsel mengingatkan bahwa puncak musim kemarau diprediksi berlangsung hingga September. "306 kejadian ini peringatan serius. Kami butuh dukungan semua pihak, terutama masyarakat, untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar," tegasnya dalam keterangan pers. Pihaknya juga memperkuat patroli terpadu di 17 kabupaten/kota rawan.

Kanal dan embung air buatan menjadi salah satu solusi jangka pendek yang dipercepat pembangunannya di sekitar lahan kritis. Sementara itu, pemerintah provinsi menggandeng perusahaan perkebunan melalui forum tanggung jawab sosial untuk memperbanyak sumur pantau dan alat pemadam mandiri.

Dengan 306 kasus yang tercatat hanya dalam setengah tahun, Satgas Karhutla Sumsel kini berstatus siaga darurat penuh. Semua mata tertuju pada PALI yang masih bergelut dengan api besar dan sempitnya waktu sebelum angin muson membawa asap ke negara tetangga.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User