Gus Ipul Pamerkan Siswa Miskin Penuh Percaya Diri di Sekolah Rakyat
LOMBOK BARAT – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan bahwa anak-anak dari keluarga prasejahtera kini menunjukkan lompatan kepercayaan diri signifikan usai mengenyam pendidikan di Seko...
LOMBOK BARAT – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan bahwa anak-anak dari keluarga prasejahtera kini menunjukkan lompatan kepercayaan diri signifikan usai mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Open House Sekolah Rakyat yang baru saja digelar di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Acara tersebut menampilkan pertunjukan drama bahasa Inggris dan presentasi proyek siswa yang menjadi bukti nyata transformasi mental para peserta didik. Gus Ipul menegaskan bahwa program ini bukan sekadar membuka akses sekolah gratis, melainkan menjadi senjata untuk melumpuhkan stigma kemiskinan yang selama ini membelenggu generasi muda kurang mampu.
Transformasi Mental yang Spektakuler
Rangkaian penampilan di Open House memperlihatkan bagaimana anak-anak yang sebelumnya pasif kini berani tampil di panggung. Gus Ipul mengungkapkan, berdasarkan evaluasi internal, lebih dari 80 persen siswa yang semula menderita krisis kepercayaan diri akibat tekanan ekonomi, kini menunjukkan peningkatan radikal dalam tiga bulan pertama.
"Dulu mereka menunduk, tidak berani angkat suara. Hari ini saya melihat mereka berbicara dengan lantang, bahkan dalam bahasa asing," ujar Gus Ipul, disambut tepuk tangan para orang tua yang hadir.
Fakta Kunci Sekolah Rakyat
- Sasaran: Anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
- Kurikulum: Perpaduan penguatan akademik, vokasi, dan pembinaan karakter untuk membentuk agen perubahan.
- Indikator Keberhasilan: 85 persen siswa mengalami peningkatan skor kepercayaan diri pada asesmen psikologis berkala.
- Cakupan: Telah direalisasikan di 12 provinsi, dengan target 50 kabupaten/kota pada tahun depan.
Drama Bahasa Inggris dan Potensi yang Meledak
Sorotan utama Open House adalah pementasan drama berbahasa Inggris yang dibawakan oleh 15 siswa. Dengan penguasaan dialog dan gestur yang menawan, mereka sukses membungkam keraguan banyak pihak tentang kemampuan anak-anak dari latar belakang minim fasilitas.
"Saya tidak pernah membayangkan anak saya bisa seberani ini. Di rumah ia lebih sering murung," tutur Rahmawati, ibu salah satu siswa, dengan mata berkaca-kaca.
Gus Ipul menambahkan, keberhasilan ini menjadi momentum untuk mempercepat ekspansi program. Kemensos berencana menggandeng sektor swasta untuk memperkaya pelatihan vokasi, seperti coding, animasi digital, dan teknik konstruksi ringan, sehingga para siswa tidak hanya percaya diri secara sosial, tetapi juga siap bersaing di pasar kerja modern.
Arsitektur Pemutus Rantai Kemiskinan
Sekolah Rakyat dirancang sebagai arsitektur sosial baru untuk memutus lingkaran setan kemiskinan. Dengan menanamkan kepercayaan diri sebagai fondasi, generasi ini diharapkan mampu melampaui batasan struktural yang menjerat keluarga mereka selama puluhan tahun. Model ini akan direplikasi ke seluruh Indonesia dengan pendekatan kearifan lokal masing-masing daerah.
Comments (0)