Sampah 60 Truk Lumpuhkan Aliran Kali Baru Bogor, Warga Diminta Siaga

BOGOR – Gunungan sampah sepanjang puluhan meter mendadak memblokade total aliran Kali Baru di kawasan padat Jalan Raya Jakarta–Bogor, Senin (11/7/2026) siang. Petugas di lapangan memperkirakan vol...

Jul 12, 2026 - 15:41
0 0
Sampah 60 Truk Lumpuhkan Aliran Kali Baru Bogor, Warga Diminta Siaga

BOGOR – Gunungan sampah sepanjang puluhan meter mendadak memblokade total aliran Kali Baru di kawasan padat Jalan Raya Jakarta–Bogor, Senin (11/7/2026) siang. Petugas di lapangan memperkirakan volume timbunan mencapai 60 truk dan terus bertambah seiring kiriman sampah domestik dari hulu.

Kronologi Penumpukan

Berdasarkan pantauan di lokasi, bendungan sampah terbentuk hanya dalam tiga hari terakhir. Material didominasi plastik rumah tangga, ranting, stereofoam, dan limbah tekstil yang tersangkut di bawah jembatan penghubung antar-kelurahan. Arus air yang semula deras kini nyaris stagnan; ketinggian muka air di hulu naik 1,2 meter dalam 24 jam.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelolaan Sampah menyatakan timnya baru bisa menerjunkan alat berat setelah debit air sedikit surut. “Situasi darurat. Kami khawatir jika hulu kembali diguyur hujan lebat, luapan tidak terhindarkan,” ujarnya via sambungan telepon.

Fakta Kunci di Lapangan

  • Volume sampah: 50–60 truk (estimasi visual petugas kebersihan).
  • Titik sumbatan: bawah Jembatan Kali Baru, KM 47 Jalan Raya Jakarta–Bogor.
  • Jenis sampah dominan: plastik sekali pakai (43%), popok bekas (22%), sisa makanan, dan kayu.
  • Kenaikan air hulu: 1,2 meter sejak Sabtu (9/7).
  • Alat berat disiagakan: 2 unit excavator amfibi dan 4 truk pengangkut.
  • Warga terdampak langsung: sekitar 600 KK di bantaran kali.

Potensi Banjir dan Langkah Darurat

Pemerintah Kabupaten Bogor menetapkan status siaga darurat terbatas di tiga desa terdekat: Sukamaju, Sukaresmi, dan Babakan Madang. Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD telah mengirimkan peringatan dini melalui sirine dan pesan singkat kepada warga untuk menghindari aktivitas di tepi sungai.

Saksi mata, Maman (52), warga RT 04, mengatakan bau menyengat mulai tercium sejak Minggu malam. “Biasanya air masih mengalir di celah-celah sampah, tapi pagi tadi sudah benar-benar tersumbat. Ikan-ikan mati mengambang,” tuturnya. Dinas Lingkungan Hidup langsung membangun tanggul karung pasir darurat di titik terendah permukiman.

Penyebab dan Investigasi Cepat

Kuat dugaan sumbatan masih berkaitan dengan kebiasaan membuang sampah sembarangan yang meningkat pasca-pasar kaget akhir pekan. Selain itu, operasi tangkap tangan terhadap pelanggar perda kebersihan diintensifkan; enam orang telah dikenai sanksi denda administratif dalam dua hari terakhir.

Kepala Satpol PP menegaskan bahwa pihaknya akan menyisir bangunan liar di bantaran yang diduga menjadi sumber kiriman sampah. “Begitu sumbatan terurai, kami akan lakukan operasi yustisi. Tidak ada toleransi,” tegasnya.

Langkah Pemulihan dan Imbauan

Proses pengangkutan ditargetkan rampung dalam lima hari kerja, dengan asumsi tidak ada hujan deras. Material sampah akan dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga untuk dipilah; sampah plastik bernilai rendah rencananya akan dijadikan bahan bakar alternatif di pabrik semen terdekat.

Warga diimbau tidak membuang sampah ke badan air, melaporkan jika menemui tumpukan baru, serta mengungsi ke titik kumpul yang telah ditentukan jika debit air kembali meningkat. Posko kesehatan darurat juga didirikan untuk mengantisipasi penyakit bawaan banjir.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User