Gus Ipul Buka Pintu Kuliah dan Pelatihan untuk Siswa Miskin
JAKARTA — Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa setiap siswa yang menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat memiliki peluang setara untuk menggapai masa depan cemerlang, baik melalui jalur aka...
JAKARTA — Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa setiap siswa yang menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat memiliki peluang setara untuk menggapai masa depan cemerlang, baik melalui jalur akademik maupun vokasi. Pernyataan ini disampaikan di tengah kunjungannya ke salah satu unit Sekolah Rakyat pada Selasa (15/7).
Pendekatan Empati Jadi Fondasi Pengajaran
Gus Ipul, sapaan akrabnya, menyoroti bahwa metode pembelajaran di Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada transfer ilmu pengetahuan, melainkan juga membangun karakter dan kepercayaan diri peserta didik. Ia menekankan bahwa tenaga pengajar dibekali pelatihan khusus agar mampu memahami kondisi psikologis dan sosial siswa yang sebagian besar berasal dari kelompok rentan.
"Pendidikan tanpa hati hanya akan melahirkan generasi yang kering. Di Sekolah Rakyat, kami menempatkan rasa peduli sebagai landasan utama," ujar Mensos dalam dialog interaktif bersama para murid dan guru.
Jalur Karier Fleksibel Pasca-Kelulusan
Kementerian Sosial merancang kurikulum yang memungkinkan lulusan memilih dua jalur utama. Pertama, mereka dapat mendaftar ke perguruan tinggi negeri maupun swasta melalui skema beasiswa khusus yang telah disiapkan. Kedua, bagi siswa yang ingin segera memasuki dunia kerja, program pelatihan keterampilan disediakan bekerja sama dengan balai latihan kerja dan sektor industri.
- Beasiswa penuh ke universitas mitra bagi lulusan berprestasi.
- Sertifikasi kompetensi dari pelatihan vokasi yang diakui dunia usaha.
- Pendampingan karier hingga satu tahun setelah lulus.
Infrastruktur dan Dukungan Berkelanjutan
Selain aspek kurikulum, Gus Ipul memaparkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki sarana belajar di seluruh jaringan Sekolah Rakyat. Ruang kelas interaktif, laboratorium komputer, serta akses internet menjadi prioritas agar siswa terbiasa dengan teknologi sejak dini. Program makan bergizi gratis juga dimasukkan dalam paket dukungan harian guna memastikan kondisi fisik anak tetap prima selama menempuh pendidikan.
Menurut data Kemensos, hingga pertengahan 2026 tercatat lebih dari 50 ribu siswa telah terdaftar di Sekolah Rakyat yang tersebar di 180 kabupaten/kota. Angka ini ditargetkan terus bertambah seiring perluasan jangkauan ke daerah tertinggal.
Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha
Guna memperkuat jaminan kelanjutan studi, Kementerian Sosial menggandeng puluhan perguruan tinggi terkemuka di Tanah Air. Kesepakatan tersebut mencakup alokasi kuota khusus, pembebasan biaya pendaftaran, hingga program bimbingan akademik bagi lulusan Sekolah Rakyat yang memenuhi syarat. Di sisi lain, perusahaan BUMN dan swasta diajak menyediakan tempat magang serta prioritas rekrutmen bagi alumni pelatihan keterampilan.
Gus Ipul menutup arahannya dengan optimisme tinggi. Ia percaya bahwa dengan sistem pendidikan yang humanis dan inklusif, Sekolah Rakyat dapat menjadi lokomotif pengentasan kemiskinan struktural melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dari akar rumput.
Baca juga:
Comments (0)