John Tabo: Profil dan Kinerja Gubernur Papua Pegunungan

John Tabo: Profil dan Kinerja Gubernur Papua Pegunungan

Jul 12, 2026 - 08:10
Updated: 1 hour ago
0 0
John Tabo: Profil dan Kinerja Gubernur Papua Pegunungan

Profil Singkat

John Tabo adalah Gubernur Papua Pegunungan definitif pertama sejak provinsi ini dimekarkan dari Provinsi Papua pada 2022. Lahir di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, ia merupakan putra asli pegunungan tengah Papua yang menghabiskan masa kecil di Lembah Baliem. Pendidikan tingginya ditempuh di Universitas Cenderawasih, Jayapura, dengan latar belakang ilmu pemerintahan.

Sebelum menjabat gubernur, Tabo dikenal sebagai birokrat karier yang meniti jabatan dari tingkat distrik hingga provinsi. Usianya kini menginjak 51 tahun (per 2025).

Karier dan Riwayat Jabatan

  • 2005–2010: Kepala Distrik di Kabupaten Jayawijaya.
  • 2011–2015: Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Jayawijaya.
  • 2016–2018: Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Jayawijaya.
  • 2019–2022: Sekretaris Daerah Kabupaten Jayawijaya.
  • 2022–2024: Penjabat Bupati Yahukimo.
  • 2025–sekarang: Gubernur Papua Pegunungan (dilantik 20 Februari 2025).

Kinerja dan Program Unggulan

Seratus hari pertama kepemimpinan John Tabo ditandai dengan sejumlah terobosan:

  • Konektivitas Jalan: Pembangunan 120 kilometer jalan baru penghubung Wamena–Elelim–Kenyam, didanai APBD 2025 sebesar Rp780 miliar. Progres fisik per Juni 2025 mencapai 34%.
  • Listrik Mikrohidro: Mengoperasikan empat unit PLTMH di Distrik Kurulu dan Napua, melistriki 2.300 rumah tangga yang sebelumnya gelap gulita.
  • Program bedah 500 rumah tidak layak huni di delapan kabupaten. Realisasi hingga September 2025: 340 unit tuntas.
  • Beasiswa Anak Pegunungan: 200 putra-putri asli Papua Pegunungan dikirim ke Universitas Gadjah Mada, IPB, dan Uncen untuk program afirmasi S1 dan vokasi.
  • Ketahanan Pangan: Pembukaan 500 hektare lahan ubi jalar dan talas di Tiom dan Karubaga. Panen perdana Mei 2025 menghasilkan 800 ton.

APBD Papua Pegunungan 2026 diproyeksikan mencapai Rp5,1 triliun dengan alokasi terbesar pada infrastruktur (38%) dan pendidikan (22%).

"Kita harus berani memotong rantai birokrasi. Papua Pegunungan tidak bisa menunggu. Jalan dan listrik adalah harga mati." – John Tabo dalam Rapat Koordinasi Pembangunan, Juli 2025.

Tantangan dan Harapan

Sejumlah tantangan masih membayangi:

  • Distribusi logistik ke distrik terpencil yang hanya bisa dijangkau pesawat perintis dengan biaya tinggi.
  • Jaringan internet terbatas di 70% wilayah.
  • Potensi konflik sosial dan gangguan keamanan di wilayah perbatasan kabupaten.

Namun, optimisme mulai tumbuh. Kehadiran John Tabo sebagai putra daerah yang memahami medan dan kultur lokal menjadi modal utama. Target ambisiusnya adalah menurunkan angka kemiskinan dari 35% menjadi 25% pada akhir masa jabatan 2030.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User