Lalu Muhamad Iqbal: Profil dan Kinerja Gubernur Nusa Tenggara Barat
Lalu Muhamad Iqbal: Profil dan Kinerja Gubernur Nusa Tenggara Barat
Profil Singkat
Lalu Muhamad Iqbal adalah Gubernur Nusa Tenggara Barat yang menjabat secara definitif sejak 20 Februari 2025. Ia lahir di Praya, Lombok Tengah pada 16 April 1974. Berlatar belakang diplomat karier, Iqbal merupakan lulusan Universitas Padjadjaran dan meraih gelar master dari Monash University, Australia. Sebelum terjun ke politik lokal, ia menghabiskan lebih dari dua dekade di Kementerian Luar Negeri RI.
“NTB harus menjadi provinsi maju berbasis pariwisata berkelanjutan dan ekonomi kerakyatan. Tidak boleh lagi ada ketimpangan antara Lombok dan Sumbawa.”
Karier dan Riwayat Jabatan
- Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI (2019–2022)
- Duta Besar RI untuk Turki merangkap Azerbaijan (2022–2024)
- Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu (2024)
- Gubernur NTB terpilih Pilkada Serentak 2024, dilantik 20 Februari 2025
Kinerja dan Program Unggulan
Enam bulan pertama kepemimpinan Iqbal menunjukkan fokus pada tiga pilar utama:
1. Reformasi Birokrasi dan Digitalisasi
- Pemangkasan 32% anggaran perjalanan dinas dialihkan ke belanja modal infrastruktur
- Peluncuran aplikasi NTB Satu Data per Juli 2025, mengintegrasikan layanan perizinan, kesehatan, dan bantuan sosial dalam satu platform
2. Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan
- Revitalisasi destinasi Mandalika sebagai kawasan sport tourism kelas dunia, dengan penambahan 12 event internasional di kalender 2025–2026
- Program Desa Wisata Hijau: 50 desa ditetapkan sebagai percontohan ecotourism dengan sertifikasi internasional
3. Ketahanan Pangan dan Ekonomi Kerakyatan
- Perluasan lahan tanam jagung dan rumput laut seluas 15.000 hektar di Pulau Sumbawa
- Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus petani dan nelayan sebesar Rp1,2 triliun sepanjang 2025
Tantangan dan Harapan
Tantangan terbesar Iqbal adalah mengatasi angka kemiskinan NTB yang masih 13,8% per data BPS Maret 2025, tertinggi kelima nasional. Ketimpangan infrastruktur antara Pulau Lombok dan Sumbawa juga menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas. Proyek strategis Jalan Lintas Sumbawa ditargetkan rampung 2026.
Dengan pengalaman diplomasi internasionalnya, publik berharap Iqbal mampu membuka akses investasi global untuk NTB. Rencana pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru di Bima dan Dompu menjadi indikator keberhasilan yang dinantikan dalam dua tahun ke depan.
Comments (0)