Zainal Arifin Paliwang: Profil dan Kinerja Gubernur Kalimantan Utara

Zainal Arifin Paliwang: Profil dan Kinerja Gubernur Kalimantan Utara

Jul 12, 2026 - 06:46
Updated: 3 hours ago
0 0
Zainal Arifin Paliwang: Profil dan Kinerja Gubernur Kalimantan Utara

Profil Singkat

Zainal Arifin Paliwang lahir di Barru, Sulawesi Selatan, 2 Juni 1963. Ia merupakan pensiunan perwira tinggi Polri berpangkat Inspektur Jenderal sebelum terjun ke politik. Berlatar pendidikan magister hukum, Zainal dikenal sebagai figur militeristik yang disiplin dan pragmatis. Pada Pilkada 2020, ia terpilih bersama Yansen Tipa Padan sebagai wakil, memimpin Kalimantan Utara untuk periode 2021–2026. Setelah wafatnya Yansen pada Desember 2022, posisi wagub masih dalam proses pengisian definitif hingga akhir 2025.

"Kalimantan Utara harus menjadi etalase Indonesia di perbatasan, bukan sekadar halaman belakang."

Karier dan Riwayat Jabatan

  • Kapolda Kalimantan Utara (2018–2020) — membentuk Polda Kaltara sebagai institusi baru hasil pemekaran dari Polda Kalimantan Timur.
  • Wakapolda Sulawesi Selatan (2017–2018) — fokus pada stabilitas keamanan menjelang Pilkada serentak.
  • Gubernur Kalimantan Utara (15 Februari 2021–sekarang) — periode 2021–2026 dengan mandat utama percepatan pembangunan daerah perbatasan dan penyangga Ibu Kota Nusantara.

Kinerja dan Program Unggulan

Transformasi Infrastruktur Konektivitas

  • Percepatan pembangunan Jalan Paralel Perbatasan sepanjang 1.900 km yang menghubungkan Kaltara langsung ke Sabah, Malaysia.
  • Pengembangan Bandara Internasional Juwata Tarakan tahap II ditargetkan rampung 2026 untuk mendukung arus logistik IKN.
  • Pembangunan Pelabuhan Internasional Malundung sebagai hub ekspor-impor Kalimantan utara-selatan.

Penguatan Ekonomi dan Kemandirian Daerah

  • Lonjakan PAD 2025 sebesar 27% dibanding 2022, didorong optimalisasi sektor pertambangan, kelapa sawit, dan perikanan.
  • Program KALTARA EMAS (Ekonomi Maju, Aman, Sejahtera) dengan hilirisasi industri berbasis sumber daya lokal.
  • Kemitraan strategis dengan investor Malaysia dan Brunei untuk pengembangan kawasan industri hijau di Bulungan dan Nunukan.

IKN dan Kaltara sebagai Buffer Zone

  • Percepatan penyelesaian Rencana Tata Ruang Wilayah yang terintegrasi dengan masterplan IKN.
  • Pembangunan Kawasan Industri Bulungan sebagai penyangga kebutuhan material konstruksi IKN.
  • Program 1.000 Homestay Perbatasan untuk menampung limpahan wisatawan dan pekerja IKN.

Tantangan dan Harapan

Kaltara masih menghadapi defisit infrastruktur dasar, ketimpangan akses listrik di pedalaman, serta urgensi pengisian jabatan wagub definitif yang tertunda sejak 2022. Isu lingkungan terkait deforestasi akibat ekspansi sawit dan tambang juga menjadi sorotan publik dan NGO. Evaluasi triwulan ketiga 2025 menunjukkan capaian RPJMD baru 63%, menyisakan tekanan signifikan pada dua tahun terakhir masa jabatan. Meski demikian, optimisme publik terhadap kepemimpinan Zainal tetap positif berkat stabilitas keamanan dan pertumbuhan ekonomi yang konsisten di atas 5,1%.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User