Anwar Hafid: Profil dan Kinerja Gubernur Sulawesi Tengah
Anwar Hafid: Profil dan Kinerja Gubernur Sulawesi Tengah
Profil Singkat
Anwar Hafid adalah Gubernur Sulawesi Tengah periode 2025–2030. Lahir di Bungku, Morowali, ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Sulawesi Tengah sebelum meraih gelar sarjana di bidang ekonomi. Dikenal sebagai politisi berlatar belakang pengusaha lokal, Anwar Hafid membangun karier dari bawah—mulai dari anggota DPRD Kabupaten Morowali hingga akhirnya menjabat Bupati Morowali dua periode. Ia terpilih sebagai Gubernur pada Pilkada Serentak 2024 bersama wakilnya Reny Lamadjido dan dilantik pada awal 2025. Ia merupakan kader Partai Demokrat dengan basis dukungan kuat di kawasan industri tambang Morowali.
Karier dan Riwayat Jabatan
Sebelum menjabat Gubernur, Anwar Hafid memiliki rekam panjang di pemerintahan daerah Morowali:
- Anggota DPRD Morowali (1999–2004): Mengawali karier politik sebagai wakil rakyat di daerah kelahirannya.
- Bupati Morowali Periode I (2007–2012): Terpilih sebagai bupati dan memfokuskan pembangunan pada infrastruktur dasar serta pembukaan akses ke wilayah terisolasi.
- Bupati Morowali Periode II (2013–2018): Kembali terpilih dengan fokus mengelola dampak pertumbuhan industri nikel dan smelter di kawasan Morowali.
- Ketua DPD Partai Demokrat Sulteng (2018–2025): Memimpin salah satu partai besar di Sulawesi Tengah dan memperkuat mesin politik hingga ke desa.
- Gubernur Sulawesi Tengah (2025–sekarang): Dilantik bersama Reny Lamadjido dengan visi "Sulteng Maju, Mandiri, dan Berkeadilan."
Kinerja dan Program Unggulan
Dalam 100 hari pertama kepemimpinannya, Anwar Hafid menetapkan sejumlah kebijakan strategis yang langsung menyasar isu prioritas daerah:
- Layanan kesehatan gratis: Meluncurkan program berobat gratis cukup dengan KTP Sulteng, memperluas cakupan Universal Health Coverage (UHC) ke seluruh 13 kabupaten/kota.
- Redistribusi insentif guru dan tenaga kesehatan: Meningkatkan tunjangan daerah bagi guru honorer dan bidan desa di wilayah tertinggal, terluar, dan terpencil.
- Pengelolaan industri nikel: Mendorong revisi tata kelola Izin Usaha Pertambangan (IUP) agar Pemprov Sulteng mendapat porsi pendapatan lebih besar dari sektor smelter.
- Infrastruktur penghubung: Mempercepat pembangunan Jalan Trans Parigi–Ampana dan Jalan Palu–Parigi segmen baru untuk mengurai kemacetan jalur logistik.
- Ketahanan pangan: Mencanangkan cetak sawah baru 3.000 hektare di Lembah Bada, Poso, dan Lembah Napu guna menekan ketergantungan beras dari luar provinsi.
Tantangan dan Harapan
Anwar Hafid mewarisi sejumlah persoalan struktural yang menjadi ujian kepemimpinannya:
- Kesenjangan Morowali–non-Morowali: Pertumbuhan ekonomi Sulteng tertinggi secara nasional didominasi Kabupaten Morowali, sementara daerah seperti Buol, Tojo Una-Una, dan Banggai Kepulauan masih tertinggal. Anwar Hafid harus menjamin distribusi manfaat ekonomi ke daerah non-tambang.
- Degradasi lingkungan: Aktivitas pertambangan nikel di Morowali dan Morowali Utara memicu deforestasi dan pencemaran laut—desakan dari lembaga lingkungan dan masyarakat adat menuntut pengawasan ketat.
- Pemulihan pascabencana 2018: Meski sudah tujuh tahun berlalu, pembangunan hunian tetap dan penguatan infrastruktur pascabencana di Palu, Sigi, dan Donggala masih belum tuntas.
Harapan publik tertumpu pada kemampuan Anwar Hafid mereplikasi keberhasilannya di Morowali ke seluruh Sulawesi Tengah—tanpa mengorbankan lingkungan dan keseimbangan sosial. Kolaborasi dengan pemerintah pusat untuk Perpres hilirisasi dan transparansi pengelolaan fiskal daerah menjadi kunci kinerja jangka menengahnya.
Comments (0)