Gerakan Tanam Pohon Massal Serentak di Lamongan Tekan Karbon

LAMONGAN, DETIK INI JUGA — Ribuan tangan serentak bergerak menanam bibit pohon di sepanjang pesisir Lamongan pagi ini. Aksi tanam pohon massal digelar sebagai respons langsung terhadap ancaman perub...

Jul 13, 2026 - 20:57
0 0

LAMONGAN, DETIK INI JUGA — Ribuan tangan serentak bergerak menanam bibit pohon di sepanjang pesisir Lamongan pagi ini. Aksi tanam pohon massal digelar sebagai respons langsung terhadap ancaman perubahan iklim yang kian mengintai.

Kegiatan yang dipusatkan di kawasan pesisir Kecamatan Brondong itu melibatkan lebih dari 5.000 relawan. Mereka terdiri dari pelajar, komunitas lingkungan, TNI, Polri, dan warga setempat. Target penanaman hari ini mencapai 10.000 bibit pohon, sebagian besar jenis mangrove dan cemara laut.

Bukan Sekadar Simbol

Koordinator aksi, Andi Prasetya, menegaskan gerakan ini adalah langkah konkret, bukan ceremonial belaka. "Kami tidak bisa terus berdebat soal krisis iklim tanpa melakukan apa-apa. Setiap pohon yang tertanam hari ini adalah mesin penyerap karbon masa depan," ujarnya di sela kegiatan.

Data Dinas Lingkungan Hidup Lamongan menunjukkan, emisi karbon di wilayah ini meningkat 12 persen dalam lima tahun terakhir. Penyebab utamanya adalah aktivitas industri pengolahan ikan dan perluasan kawasan pemukiman tanpa penghijauan memadai.

Ekosistem Pesisir Pulih

Penanaman massal ini juga bertujuan memulihkan ekosistem mangrove yang rusak akibat abrasi. Sepanjang 2020–2025, Lamongan kehilangan sekitar 45 hektare hutan bakau di tiga kecamatan pesisir. Padahal, mangrove dikenal sebagai penyerap karbon sangat efektif—satu hektare mangrove mampu menyimpan hingga 3.000 ton karbon.

Salah satu peserta, Siti Nurhaliza, siswi SMA Negeri 1 Brondong, mengaku antusias. "Saya belajar di sekolah bahwa pemanasan global itu nyata. Daripada cemas, saya pilih turun tangan langsung. Ini pengalaman pertama saya menanam mangrove," katanya sambil membawa beberapa bibit.

Keterlibatan Dunia Usaha

Sejumlah perusahaan swasta turut mendukung aksi ini dengan menyediakan bibit dan alat tanam. PT Lamongan Marine, misalnya, menyumbang 3.000 bibit bakau sekaligus mengirimkan puluhan karyawannya sebagai relawan. CSR Manager perusahaan itu menyebutkan, partisipasi ini adalah bagian dari program keberlanjutan bisnis yang bertanggung jawab.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lamongan, Budi Santoso, menyatakan gerakan ini akan menjadi agenda rutin. "Kami tidak bisa hanya mengandalkan penanaman seremonial sekali setahun. Mulai hari ini, setiap bulan akan ada penanaman di titik-titik kritis. Target kami, 100.000 pohon tertanam dalam dua tahun," tegasnya.

Menebar Harapan ke Langit

Para peserta juga diajak memasang papan nama kecil di setiap bibit yang mereka tanam. Hal ini dimaksudkan untuk membangun rasa keterikatan dan tanggung jawab merawat pohon hingga tumbuh besar. Beberapa bibit yang ditanam adalah jenis pohon buah-buahan, seperti kelapa dan sukun, yang nantinya bisa memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.

Menjelang siang, sebagian besar bibit telah tertanam rapi di sepanjang garis pantai. Raungan semangat ribuan peserta yang sesekali terdengar, seakan menjadi sinyal bahwa harapan untuk bumi yang lebih dingin masih bisa diperjuangkan dari sudut Lamongan. Aksi ini sekaligus menjadi pengingat: persoalan ekologis harus dijawab dengan aksi nyata, dan setiap orang bisa menjadi bagian dari solusi.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User