Gegana Sisir SDN Srengseng Sawah, Ratusan Siswa Dievakuasi

BREAKING NEWS — Sebuah ancaman bom langsung mengguncang lingkungan pendidikan di Jakarta Selatan. SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, mendadak disisir ketat oleh tim Gegana Polda Metro Jaya setelah p...

Jul 13, 2026 - 21:43
0 0
Gegana Sisir SDN Srengseng Sawah, Ratusan Siswa Dievakuasi

BREAKING NEWS — Sebuah ancaman bom langsung mengguncang lingkungan pendidikan di Jakarta Selatan. SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, mendadak disisir ketat oleh tim Gegana Polda Metro Jaya setelah pihak sekolah menerima teror pada siang hari ini.

Informasi diperoleh detik ini, ancaman tersebut masuk melalui saluran telepon sekolah sekitar pukul 11.00 WIB. Tanpa menunggu lama, kepolisian langsung merespons dengan mengirimkan regu penjinak bom ke lokasi.

Kronologi Evakuasi Darurat

Ratusan siswa yang tengah mengikuti pelajaran langsung dievakuasi secara tertib. Para guru bergegas mengarahkan murid ke lapangan terbuka yang aman. Suasana sempat panik namun terkendali. Dalam waktu kurang dari 15 menit, seluruh penghuni gedung sekolah berhasil keluar.

"Kami langsung bergegas begitu mendengar instruksi darurat dari pihak kepolisian. Semua dikeluarkan tanpa terkecuali," ujar seorang guru yang tidak ingin disebutkan namanya.

Polisi segera memasang garis pembatas di sekeliling sekolah. Akses jalan di depan SDN Srengseng Sawah 15 ditutup sementara untuk keperluan sterilisasi. Warga dan orang tua murid yang mulai berdatangan diminta menjaga jarak dan mengikuti arahan petugas.

Penyisiran Menyeluruh oleh Tim Jibom

Tim Jibom Polda Metro Jaya dengan perlengkapan lengkap memasuki gedung sekolah. Pencarian dilakukan secara sistematis, mulai dari ruang kelas, perpustakaan, kantin, hingga area parkir. Anjing pelacak K-9 juga dikerahkan untuk mendeteksi kemungkinan bahan peledak.

  • Ancaman bom diterima melalui telepon sekolah
  • Evakuasi total dilakukan dalam hitungan menit
  • Lebih dari 300 siswa dan 20 guru dievakuasi
  • Penyisiran berlangsung sekitar 2 jam
  • Tidak ditemukan satu pun bahan peledak

Setelah pemeriksaan intensif, polisi akhirnya menyatakan bahwa sekolah tersebut aman. Tidak ada bukti keberadaan bom di area bangunan. Meski demikian, kepolisian tetap melanjutkan penyelidikan untuk memburu pelaku teror yang telah menebar ketakutan.

Pernyataan Resmi Kepolisian

Kombes Pol. Beddu Samsuri, Kabid Humas Polda Metro Jaya, mengonfirmasi penanganan cepat ancaman ini. "Kami pastikan situasi sudah kondusif. Ancaman bom hanyalah hoaks, namun kami tetap memperlakukan setiap laporan dengan serius demi keselamatan semua," tegasnya melalui keterangan pers.

Polisi kini tengah melacak nomor telepon dan identitas pelaku. Dugaan sementara, aksi tersebut merupakan upaya pengalihan isu atau sekadar ketidaksengajaan. Namun, motif pasti masih didalami.

Pasca insiden, pihak sekolah mengumumkan penundaan kegiatan belajar mengajar hingga waktu yang belum ditentukan. Rapat koordinasi antara kepala sekolah dan dinas pendidikan setempat segera dilakukan untuk menjamin keamanan di masa mendatang.

Sementara itu, para orang tua mengaku lega setelah mengetahui tidak ada ancaman nyata. Meski cemas, mereka mengapresiasi gerak cepat aparat keamanan. "Alhamdulillah anak-anak selamat. Polisi bertindak sangat sigap," kata seorang ibu yang menjemput anaknya.

Kejadian ini menambah daftar panjang teror bom palsu yang menyasar institusi publik di Jakarta. Sepanjang tahun ini, tercatat setidaknya 12 ancaman serupa terjadi di berbagai sekolah dan pusat perbelanjaan. Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan ke call center 110.

Hingga berita ini diturunkan, aparat masih berjaga di sekitar SDN Srengseng Sawah 15 untuk mengantisipasi kemungkinan lanjutan. Tim Inafis juga telah mengamankan rekaman CCTV dan barang bukti lainnya guna mempercepat proses penyelidikan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User