Final Genera-Z Berbakti 2026: Mahasiswa Bersaing Kembangkan Desa Wisata
BARU SAJA, panggung Final Genera-Z Berbakti 2026 resmi digelar. Puluhan mahasiswa dari berbagai universitas hadir dengan proposal brilian untuk mendongkrak potensi desa wisata. Ajang call for proposal...
BARU SAJA, panggung Final Genera-Z Berbakti 2026 resmi digelar. Puluhan mahasiswa dari berbagai universitas hadir dengan proposal brilian untuk mendongkrak potensi desa wisata. Ajang call for proposal yang diinisiasi Bakti BCA ini menjadi medan adu ide segar yang menantang kreativitas generasi muda.
Inovasi Mahasiswa untuk Desa Wisata
Dalam presentasi yang berlangsung intens, para finalis membeberkan solusi nyata yang jauh dari sekadar teori. Mulai dari transformasi digital, pengelolaan limbah berkelanjutan, sampai penguatan ekonomi warga lokal. Semua dikemas dengan pendekatan yang langsung bisa diterapkan di lapangan.
Fakta kunci: lebih dari 100 tim mendaftar sejak tahap awal. Seleksi ketat menyisakan 15 tim terbaik yang tampil di final. Mereka memaparkan proposal di depan dewan juri dan perwakilan Bakti BCA. Salah satu juri menegaskan bahwa gagasan yang muncul sangat aplikatif dan langsung bisa diimplementasikan.
Fokus pada Dampak Nyata
Para finalis tidak sekadar bicara konsep. Mereka membawa data riset, hasil survei lapangan, dan rencana aksi terukur. Beberapa proposal bahkan sudah diuji coba di desa binaan. Keunggulan ini menjadi poin krusial di mata dewan juri.
Tim dari Universitas Indonesia mengusung konsep ekowisata berbasis aplikasi yang menghubungkan wisatawan dengan pemandu lokal secara langsung. Sementara tim Institut Teknologi Bandung menyodorkan sistem pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif untuk perahu wisata. Bakti BCA menekankan bahwa program ini adalah wadah menjaring ide brilian yang bisa direplikasi di banyak desa wisata Indonesia. Perwakilan Bakti BCA menegaskan bahwa mereka ingin gagasan ini tidak berhenti di atas kertas.
Antusiasme peserta sangat tinggi. Banyak yang mengaku sudah melakukan survei langsung ke desa-desa wisata di berbagai daerah. Salah satu ketua tim menyatakan bahwa solusi yang ditawarkan benar-benar menjawab kebutuhan warga desa.
Proses Penjurian Ketat
UPDATE: Dewan juri terdiri dari akademisi, praktisi pariwisata, dan perwakilan BCA. Mereka menilai berdasarkan orisinalitas, kelayakan, dampak sosial, dan aspek keberlanjutan. Kemampuan presentasi dan sesi tanya jawab turut menjadi pertimbangan utama.
Ketua dewan juri mengungkapkan bahwa pihaknya mencari ide yang out of the box namun tetap realistis. Setiap tim diberi waktu 15 menit presentasi dan 10 menit tanya jawab. Suasana tegang terasa saat juri melontarkan pertanyaan tajam. Para finalis menjawab dengan percaya diri berbekal riset mendalam.
Menanti Pengumuman Pemenang
Hingga berita ini diturunkan, proses penjurian masih berlangsung. Pemenang akan diumumkan malam ini dan berhak atas pendanaan realisasi proposal. Total hadiah mencapai ratusan juta rupiah.
Program Genera-Z Berbakti merupakan inisiatif tahunan Bakti BCA yang fokus pada pemberdayaan generasi muda. Tahun ini, tema pemberdayaan desa wisata dipilih karena potensi besar sektor pariwisata pedesaan pascapandemi. Bakti BCA juga berharap program ini menjadi katalisator lahirnya wirausaha sosial di kalangan mahasiswa. Kolaborasi dengan pemerintah desa dan komunitas lokal menjadi kunci keberhasilan implementasi.
Pantau terus Beritatercepat untuk informasi selanjutnya.
Baca juga:
Comments (0)