Harimau Sumatera Kembali Menerkam Pekerja di Pelalawan, Korban Tewas
PELALAWAN, DETIK INI JUGA — Seorang pekerja perkebunan di Pelalawan, Riau, tewas diterkam Harimau Sumatera saat berusaha mendapatkan sinyal telepon di area terpencil, Rabu (23/7) sore. Ini serangan ...
PELALAWAN, DETIK INI JUGA — Seorang pekerja perkebunan di Pelalawan, Riau, tewas diterkam Harimau Sumatera saat berusaha mendapatkan sinyal telepon di area terpencil, Rabu (23/7) sore. Ini serangan kedua yang memakan korban jiwa hanya dalam tiga hari.
Korban diketahui bernama R (35), karyawan sebuah perusahaan perkebunan yang tengah mencari titik sinyal di dekat blok kebun di Desa Pangkalan Kuras. Saat itu korban berjalan sendiri memasuki semak belukar, tak jauh dari pos pekerjaan. Rekan kerja yang menyusul kemudian menemukan jasad korban dengan luka robek di bagian leher dan kepala.
Kronologi Detik-Detik Peristiwa
- Pukul 17.30 WIB — Korban pamit ke rekan untuk mencari sinyal ponsel.
- Pukul 18.15 WIB — Rekan mulai curiga korban tak kunjung kembali.
- Pukul 19.00 WIB — Tim pencari menemukan korban tergeletak tak bernyawa, sekitar 300 meter dari kamp pekerja, terdapat jejak cakar besar di sekitar lokasi.
- Pukul 19.45 WIB — Petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dan Polsek setempat tiba, mengevakuasi jenazah dan memasang kamera pengintai.
Kepala BBKSDA Riau mengonfirmasi bahwa dari hasil identifikasi awal, luka pada korban sangat konsisten dengan terkaman harimau dewasa. "Tim kami sudah diterjunkan, dan lokasi langsung ditutup sementara untuk menghindari korban susulan," ujarnya singkat. Petugas kini memburu harimau tersebut dengan panduan pawang dan perangkap kandang.
Pola Serangan Berulang, Warga Diminta Siaga
Data dari BBKSDA mencatat ini merupakan insiden keempat sepanjang 2025 di wilayah yang sama. Hanya tiga hari sebelumnya, Senin (21/7), seorang petani tewas diterkam saat sedang menyadap karet di kebun warga yang berbatasan langsung dengan hutan tanaman industri. Dalam dua kasus terakhir, korban tengah dalam posisi sendirian dan lengah saat senja tiba.
Mengapa Konflik Meningkat?
Pakar konservasi menyebut penyempitan habitat akibat alih fungsi lahan sebagai pemicu utama. Harimau Sumatera yang tersisa kurang dari 600 ekor di alam liar terdesak mencari mangsa hingga permukiman dan kebun. Aktivitas manusia di wilayah perbatasan hutan pada jam-jam rawan—sore hingga malam—memperbesar kemungkinan pertemuan fatal.
Langkah Darurat Otoritas
- Penutupan area radius 3 km dari titik serangan.
- Imbauan warga untuk tidak beraktivitas sendirian setelah pukul 16.00.
- Pemasangan 10 kamera jebak dan 2 perangkap kandang.
- Koordinasi patroli gabungan TNI-Polri-BBKSDA setiap 3 jam di zona merah.
Pihak perusahaan tempat korban bekerja belum memberikan pernyataan resmi. Namun sejumlah saksi mata menyebutkan suara auman sempat terdengar dari arah kebun, namun dikira suara angin. "Kami benar-benar kaget, baru tiga hari lalu ada kejadian, sekarang lagi," ujar seorang warga.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih melakukan penyisiran dan meminta warga tetap siaga. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan dalam UPDATE berikutnya.
Baca juga:
Comments (0)