Bupati Aceh Barat Klarifikasi Viral Satpol PP Ambil Uang Pengemis

MEULABOH — Rekaman seorang pengemis tunanetra di Kabupaten Aceh Barat yang uangnya diduga diambil paksa oleh petugas Satpol PP sontak memantik amarah warganet. Setelah video berdurasi pendek itu men...

Jul 15, 2026 - 14:53
0 0
Bupati Aceh Barat Klarifikasi Viral Satpol PP Ambil Uang Pengemis

MEULABOH — Rekaman seorang pengemis tunanetra di Kabupaten Aceh Barat yang uangnya diduga diambil paksa oleh petugas Satpol PP sontak memantik amarah warganet. Setelah video berdurasi pendek itu menyebar di media sosial, Bupati Aceh Barat turun tangan meredam kegaduhan.

Klarifikasi resmi disampaikan hanya berselang beberapa jam setelah narasi miring memenuhi linimasa. Kepala daerah menegaskan bahwa tindakan petugas bukanlah perampasan, melainkan langkah pengamanan barang berharga milik pengemis tersebut.

Kronologi di Lapangan

Peristiwa ini bermula ketika anggota Satpol PP dan Dinas Sosial menggelar penertiban rutin terhadap Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di pusat keramaian kota. Operasi tersebut menyasar sejumlah titik yang kerap dijadikan tempat mengemis. Salah satunya adalah seorang pria tunanetra yang sehari-hari duduk di perempatan lampu merah.

Dalam proses penertiban, petugas menemukan uang tunai dalam jumlah lumayan yang disimpan di saku pengemis tersebut. Demi keamanan dan demi mencegah potensi kehilangan selama proses pendataan di kantor dinas, petugas mengamankan uang itu sementara. Momen inilah yang direkam oleh warga sekitar dan dipelintir seolah petugas merampas hak milik kaum lemah.

Bupati Tunjukkan Bukti

Merespons kegaduhan daring, Bupati Tarmizi memanggil jajaran Satpol PP untuk dimintai keterangan. Ia juga langsung memperlihatkan uang milik pengemis tersebut. Total uang yang diamankan mencapai Rp340.000, terdiri dari lembaran rupiah berbagai pecahan dan receh.

“Uang ini tidak hilang sepeser pun. Kami tunjukkan di depan media sebagai bukti bahwa tidak ada niat petugas untuk mengambil hak orang. Semua sudah dalam keadaan lengkap dan akan dikembalikan,” ujar Bupati sambil menunjukkan segepok uang tunai di ruang kerjanya.

Pemerintah kabupaten juga memastikan bahwa pengemis tunanetra itu tidak ditelantarkan. Setelah didata, ia langsung dirujuk ke rumah singgah dan mendapat layanan pendampingan dari Dinas Sosial. Upaya ini merupakan bagian dari program penanganan PMKS terpadu yang sudah berjalan sejak awal tahun.

Reaksi Publik Berbalik

Setelah klarifikasi bupati beredar, sebagian besar warganet berbalik dukungan. Mereka mengapresiasi transparansi pemerintah yang sigap menjelaskan duduk perkara sebelum isu berubah jadi bola liar. Tagar-tagar pembelaan terhadap petugas mulai muncul di linimasa, menggantikan kecaman awal yang telanjur terlanjur.

Namun, sejumlah pengamat sosial mengingatkan agar kejadian ini menjadi pelajaran tentang pentingnya komunikasi publik saat penertiban. Seharusnya petugas bisa menjelaskan langsung maksud mereka kepada warga yang menyaksikan agar tidak muncul potongan video tanpa konteks.

Bupati pun menginstruksikan agar ke depan setiap operasi penertiban menyertakan dokumentasi resmi dan penjelasan lisan kepada masyarakat sekitar. Ini untuk mencegah disinformasi dan menjaga nama baik institusi. “Kami belajar dari viral ini. Petugas telah bekerja sesuai prosedur, tapi cara berkomunikasi di lapangan harus diperbaiki,” tutupnya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User