Sep 19, 2026
Bali

DENPASAR — Kalender Bali Ungkap Hari Baik Bikin Perangkap dan Perlombaan

Masyarakat Hindu di Bali senantiasa berpedoman pada sistem penanggalan tradisional atau wariga dalam menentukan waktu pelaksanaan berbagai aktivitas harian

DENPASAR — Kalender Bali Ungkap Hari Baik Bikin Perangkap dan Perlombaan

Masyarakat Hindu di Bali senantiasa berpedoman pada sistem penanggalan tradisional atau wariga dalam menentukan waktu pelaksanaan berbagai aktivitas harian maupun upacara keagamaan. Berdasarkan perhitungan kalender Bali pada Kamis (10/9), jatuhnya hari bertepatan dengan Wraspati Kliwon Menail, yang memuat sejumlah petunjuk penting terkait ala ayuning dewasa (hari baik dan buruk).

Kombinasi antara Saptawara (Wraspati atau Kamis), Pancawara (Kliwon), dan wuku Menail membentuk tatanan energi kosmis yang dipercaya memiliki kecocokan khusus untuk kegiatan tertentu, mulai dari perbengkelan tradisional hingga atraksi ketangkasan.

Rincian Penanggalan dan Pengaruh Wuku Menail

Berdasarkan catatan lontar Wariga Gemet dan perhitungan kalender Bali terbitan Denpasar, hari ini dipengaruhi oleh sejumlah elemen kosmis yang memandu aktivitas masyarakat secara turun-temurun:

  • Sasih dan Penanggalan: Masuk dalam rangkaian perhitungan sasih yang menentukan ritme agraris serta upacara yadnya.
  • Unsur Kala: Terdapat pengaruh Kala Pati dan Kala Lutung Unggah yang memberikan karakteristik dinamis pada iklim spiritual harian.
  • Dewasa Ayu: Waktu yang dinilai sangat tepat untuk meramu perkakas kerja, mempersiapkan alat jerat atau perangkap hama pertanian, serta menyelenggarakan arena ketangkasan.

Pengamat budaya dan penanggalan Bali di Denpasar, I Wayan Sukarta, menjelaskan bahwa pemahaman terhadap ala ayuning dewasa bertujuan menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan kekuatan spiritual.

"Penanggalan Bali bukan sekadar ramalan hari, melainkan panduan ekologis dan spiritual agar setiap usaha yang dilakukan selaras dengan ritme alam semesta," ujar Wayan Sukarta di Denpasar.

Kronologi dan Panduan Aktivitas Sepanjang Hari

  1. Pagi Hari (06.00 – 11.00 WITA): Waktu ideal untuk memulai pembuatan alat-alat jebakan, jaring penangkap ikan, atau perangkap hewan perusak tanaman. Energi pagi diyakini memperkuat efektivitas perangkap yang dibuat.
  2. Tengah Hari (11.00 – 15.00 WITA): Sangat baik dimanfaatkan untuk melatih ketangkasan hewan peliharaan atau menggelar atraksi permainan tradisional dan sabungan yang bersifat tabuh rah maupun hiburan rakyat.
  3. Sore hingga Malam Hari (15.00 – 19.00 WITA): Fase transisi yang dianjurkan untuk kegiatan persembahyangan harian (Sandhyavandana) di sanggah atau pemerajan keluarga guna menolak energi negatif.

Pantangan yang Wajib Dihindari

Meski memiliki banyak kebaikan untuk urusan ketangkasan dan alat tangkap, hari Wraspati Kliwon Menail memiliki sejumlah larangan yang perlu diperhatikan masyarakat:

  • Upacara Pernikahan (Pawiwahan): Dihindari untuk melangsungkan akad pernikahan skala besar karena pengaruh wuku Menail pada hari ini dinilai kurang mendukung keharmonisan rumah tangga jangka panjang.
  • Membangun Struktur Utama: Menunda peletakan batu pertama atau pemasangan atap utama rumah guna menghindari potensi ketidaknyamanan hunian di masa depan.
  • Perjalanan Jauh Tanpa Persiapan: Disarankan untuk tidak memulai pelayaran atau ekspedisi jauh ke arah mata angin tertentu tanpa perhitungan perlindungan spiritual.

Masyarakat diimbau tetap menyesuaikan pedoman kalender tradisional ini dengan kearifan lokal (desa kala patra) di masing-masing wilayah kabupaten/kota di Bali.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tasya-kamila

Social Media Editor. Mengelola distribusi breaking news lintas platform.

Comments (0)

User