Buruh Kembali Turun ke Jalan, Desak Pencabutan UU Cipta Kerja

BARU SAJA: Ribuan buruh memadati kawasan Patung Kuda, Jakarta, dalam aksi unjuk rasa besar-besaran pada Kamis siang. Mereka menuntut pencabutan Undang-Undang Cipta Kerja melalui penerbitan Peraturan P...

Jul 13, 2026 - 11:45
0 0
Buruh Kembali Turun ke Jalan, Desak Pencabutan UU Cipta Kerja

BARU SAJA: Ribuan buruh memadati kawasan Patung Kuda, Jakarta, dalam aksi unjuk rasa besar-besaran pada Kamis siang. Mereka menuntut pencabutan Undang-Undang Cipta Kerja melalui penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.

Kronologi dan Situasi Terkini

MENIT LALU dilaporkan massa mulai bergerak dari berbagai titik kumpul pukul 10.00 WIB. Ratusan personel kepolisian dikonfirmasi telah bersiaga di sekitar lokasi. Hingga pukul 13.00, situasi dilaporkan masih terkendali meski sempat terjadi ketegangan saat massa mencoba mendekati barikade polisi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, massa terdiri dari berbagai elemen buruh, mulai dari federasi serikat pekerja, aliansi buruh perempuan, hingga kelompok buruh informal. Mereka membawa spanduk dan poster bertuliskan tuntutan tegas. "Cabut UU Cipta Kerja, Tolak Upah Murah," menjadi salah satu kalimat yang paling dominan.

Tuntutan Aksi

Dalam orasinya, koordinator aksi menegaskan beberapa poin utama:

  • Pencabutan total UU Cipta Kerja melalui Perppu.
  • Kembalikan hak pekerja terkait pesangon, upah, dan jaminan sosial.
  • Tolak outsourcing dan kontrak kerja jangka pendek seumur hidup.
  • Evaluasi menyeluruh terhadap proses legislasi yang dianggap cacat prosedur.

Mereka menilai UU Cipta Kerja telah melemahkan posisi tawar buruh dan hanya menguntungkan investor. "Ini bukan sekadar demonstrasi biasa, ini suara rakyat yang diabaikan," ujar salah satu orator dari atas mobil komando.

Kesiapan Keamanan

Polda Metro Jaya KONFIRMASI telah menurunkan personel gabungan. Barikade beton dan kawat berduri terpasang di sejumlah ruas jalan menuju Istana Merdeka. Lalu lintas di sekitar Jalan Medan Merdeka Barat dialihkan. Polisi mengimbau massa menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan anarkis. "Kami siap mengamankan jalannya aksi sesuai undang-undang," kata seorang perwira di lokasi.

Perkembangan dan Siaga Darurat

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Istana terkait respons terhadap tuntutan buruh. Namun, sejumlah saksi mata menyebutkan suasana mulai memanas. Beberapa pelemparan botol air mineral dilaporkan terjadi di sisi timur bundaran. Petugas SIAGA penuh dengan peralatan pengendalian massa.

Peringatan darurat disampaikan kepada masyarakat untuk menghindari kawasan tersebut. Aksi ini menjadi yang terbesar sejak pengesahan UU Cipta Kerja pada awal Oktober 2020 dan menandai puncak kekecewaan buruh tepat di momen satu tahun pemerintahan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User