RSBP Batam Jamin Layanan Kesehatan Tanpa Diskriminasi
BARU SAJA DIUMUMKAN – Manajemen Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam memproklamirkan era baru pelayanan kesehatan yang adil dan merata. Tidak ada lagi sekat antara pasien umum dan pengguna jam...
BARU SAJA DIUMUMKAN – Manajemen Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam memproklamirkan era baru pelayanan kesehatan yang adil dan merata. Tidak ada lagi sekat antara pasien umum dan pengguna jaminan kesehatan nasional.
Pernyataan resmi ini disampaikan oleh Direktur Utama RSBP Batam, dr. Andi Mulya, MARS, dalam konferensi pers yang digelar di aula utama rumah sakit, Selasa pagi (23/7). “Kami tegaskan, semua pasien adalah prioritas utama. Tidak boleh ada diskriminasi dalam bentuk apa pun,” ujarnya.
RSBP Batam telah menyiapkan sejumlah langkah konkret. Salah satunya penambahan 12 dokter spesialis baru pada kuartal ketiga 2024. Selain itu, rumah sakit ini juga memperkenalkan sistem penjadwalan digital yang memangkas waktu tunggu pasien.
Infrastruktur dan Mutu Terkini
RSBP Batam yang berdiri sejak 2009 ini kini memiliki 280 tempat tidur. Akreditasi paripurna dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) berhasil diraih pada 2022. Semua alat kesehatan dipastikan terkalibrasi secara berkala untuk menjamin akurasi diagnosis.
Pelatihan berkala bagi 420 tenaga kesehatan dilakukan setiap enam bulan. Fokus pelatihan mencakup etika pelayanan, komunikasi efektif, dan manajemen pasien darurat.
Fakta Cepat Layanan RSBP Batam
- Waktu tunggu poliklinik di bawah 30 menit
- Rasio perawat berbanding pasien 1:5 sesuai standar internasional
- Semua kamar rawat inap dilengkapi pendingin udara dan televisi kabel
- Layanan gawat darurat 24 jam dengan tim dokter spesialis siap siaga
- Skor kepuasan pasien pada Juni 2024 tembus 94 persen
Jaminan Tanpa Diskriminasi
Kepala Bidang Pelayanan Medis, Ns. Ratna Dewi, S.Kep., memastikan tidak ada perbedaan fasilitas antara pasien BPJS dan non-BPJS. “Ruangan, obat, dan pemeriksaan penunjang sama semua. Jika ada keluhan, langsung laporkan ke nomor pengaduan 24 jam kami,” tuturnya.
Sejak awal tahun, hanya 15 pengaduan tercatat dan semuanya telah diselesaikan dalam waktu kurang dari 1x24 jam. RSBP Batam juga menyediakan petugas khusus untuk mendampingi pasien dari awal pendaftaran hingga keluar rumah sakit.
Dampak Positif di Masyarakat
Sejumlah pasien menyambut baik komitmen ini. “Saya pakai BPJS, tapi dilayani seperti keluarga. Bahkan dokter menjelaskan panjang lebar,” kata Lina (38), warga Batam Centre. Pasien lain, Andi (29), mengaku kali pertama merasakan antrean yang teratur.
Meski demikian, tantangan masih ada. Lonjakan pasien saat musim libur dan keterbatasan lahan parkir menjadi pekerjaan rumah. Direktur Utama RSBP Batam menjanjikan pembangunan gedung parkir baru tahun depan.
Dengan komitmen ini, RSBP Batam optimistis menjadi model rumah sakit badan usaha yang mengedepankan keadilan sosial. Manajemen akan terus memantau pelaksanaan melalui audit internal bulanan.
Baca juga:
Comments (0)