Hari Pertama Sekolah, Kemacetan Parah Landa Ibu Kota
JAKARTA — Arus kendaraan di sejumlah ruas utama ibu kota langsung kolaps begitu jam masuk sekolah dimulai, Senin pagi. Kepadatan ekstrem terjadi hanya dalam hitungan menit sejak pukul 06.30 WIB.Casa...
JAKARTA — Arus kendaraan di sejumlah ruas utama ibu kota langsung kolaps begitu jam masuk sekolah dimulai, Senin pagi. Kepadatan ekstrem terjadi hanya dalam hitungan menit sejak pukul 06.30 WIB.
Casablanca Jadi Titik Kritis
Pantauan di Jalan Abdullah Syafei, Kampung Melayu, Jakarta Timur, menunjukkan antrean kendaraan tak bergerak hingga pukul 08.21 WIB. Semua lajur menuju Jalan Raya Casablanca tersendat tanpa celah. Ratusan mobil dan motor berebut jalan, sementara klakson bersahutan.
Petugas kepolisian yang dikerahkan di simpul-simpul kemacetan tampak kewalahan mengurai tumpukan kendaraan.
- Waktu puncak: 06.30 - 09.00 WIB
- Lokasi terparah: Jalan Abdullah Syafei arah Casablanca
- Volume kendaraan: meningkat 40% dibanding hari biasa
- Kecepatan rata-rata: hanya 5-10 km/jam
Gelombang Pertama di Pusat Kota
Tidak hanya di Casablanca, pusat kota seperti Jalan Sudirman dan MH Thamrin juga dilanda kemacetan serius. Pengendara harus menembus waktu tempuh tiga kali lipat dari normal. Beberapa orang tua yang mengantar anak sekolah melaporkan keterlambatan hadir di kantor.
"Biasanya 20 menit, tadi hampir satu jam baru sampai," ujar salah seorang warga yang melintas di kawasan tersebut.
Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Gatot Subroto dan sekitar Slipi, yang menjadi akses menuju sejumlah sekolah internasional. Antrean panjang mengular hingga lebih dari 3 kilometer.
Pihak Dinas Perhubungan menyatakan kesiapan rekayasa lalu lintas seperti pengalihan arus dan buka-tutup putaran, namun arus kendaraan pribadi tetap mendominasi. Belum ada keputusan untuk memberlakukan ganjil-genap di jalur protokol.
Siswa dan Orang Tua Terjebak
Seorang guru di SDN Menteng 01 mengatakan bahwa daftar hadir siswa baru mencapai 70 persen pada pukul 07.30, padahal normalnya sudah penuh. "Banyak yang masih di jalan," ujarnya. Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengimbau sekolah untuk memberi toleransi keterlambatan pada hari pertama. "Kami paham ini hari adaptasi," kata pernyataan resmi yang diterima.
Data dari TMC Polda Metro menunjukkan laporan kecelakaan kecil meningkat 15 persen dibanding pagi normal akibat pengendara yang hilang fokus saat macet. Tidak ada korban jiwa, namun 4 insiden tercatat dalam selang dua jam.
Fenomena Tahunan yang Butuh Solusi
Fenomena macet hari pertama sekolah ini nyaris rutin terjadi setiap tahun ajaran baru. Pengamat transportasi menilai perluasan jalan tak sebanding dengan pertumbuhan kendaraan pribadi. Pemerintah daerah disarankan memperkuat sistem angkutan massal antarsekolah.
Di media sosial, tagar #MacetHariPertamaSekolah menjadi trending. Netizen membagikan foto dan video kemacetan dari berbagai sudut kota.
Imbauan Polisi: Gunakan Transportasi Umum
Polda Metro Jaya mengimbau agar orang tua mengantar anak menggunakan kendaraan umum untuk mengurangi beban jalan. "Kami prediksi kemacetan masih akan berlangsung hingga akhir pekan ini," ujar seorang perwira di lapangan.
Hingga pukul 10.00 WIB, pantauan menunjukkan kepadatan mulai terurai, namun volume kendaraan masih di atas rata-rata. Polisi akan melakukan evaluasi untuk strategi pengaturan esok hari. Petugas masih berupaya melakukan pengaturan di seluruh titik kritis.
Baca juga:
Comments (0)