Kebakaran TPA Jatiwaringin Hari Kedelapan, Warga Terpapar Asap Pekat

KABUPATEN TANGERANG — Insiden kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, telah memasuki hari kedelapan pada Selasa (7/7/2026). Tim gabungan pemadam kebakar...

Jul 13, 2026 - 11:46
0 0
Kebakaran TPA Jatiwaringin Hari Kedelapan, Warga Terpapar Asap Pekat

KABUPATEN TANGERANG — Insiden kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, telah memasuki hari kedelapan pada Selasa (7/7/2026). Tim gabungan pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan api yang terus berkobar di tumpukan sampah seluas puluhan hektare.

Operasi pemadaman yang berlangsung sejak akhir Juni itu menghadapi sejumlah kendala serius. Tiupan angin kencang dan tumpukan sampah yang mencapai kedalaman puluhan meter membuat titik api mudah muncul kembali, bahkan setelah berjam-jam disiram air dari puluhan unit mobil pemadam.

Upaya Pemadaman Terkendala Medan

Komandan Regu Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang menyebutkan bahwa pihaknya mengerahkan lebih dari 15 unit mobil pemadam dan ratusan personel setiap hari. Mereka menyemprotkan air secara bergiliran, termasuk memanfaatkan armada water bombing untuk menjangkau area terdalam. Namun, proses pembusukan sampah yang menghasilkan gas metana justru menjadi bahan bakar alami yang sulit dihentikan.

"Kami melakukan penyekatan agar api tidak meluas ke area sekitar. Fokus utama adalah pemadaman di zona aktif dan mencegah perluasan ke permukiman," ujar perwira di lapangan. Petugas juga membangun parit-parit pembatas serta menimbun titik api dengan tanah untuk menghentikan suplai oksigen.

Asap dan Dampak Kesehatan

Asap tebal berwarna putih keabu-abuan menyelimuti sejumlah permukiman di Kecamatan Cisauk dan sekitarnya. Dinas Kesehatan telah mendirikan posko darurat untuk menangani warga yang mengeluhkan gangguan pernapasan, iritasi mata, dan mual akibat paparan asap.

Data sementara dari posko kesehatan mencatat lebih dari 200 warga memeriksakan diri, sebagian besar kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. Pemerintah daerah menyarankan warga untuk mengurangi aktivitas luar ruangan dan menggunakan masker saat beraktivitas.

"Kami sudah distribusikan ribuan masker N95 ke desa-desa terdampak. Jika kondisi memburuk, kami akan menyiapkan lokasi pengungsian sementara," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang.

Penyelidikan dan Langkah Lanjutan

Hingga hari kedelapan, belum ada pernyataan resmi terkait penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara mengarah pada fenomena swabakar akibat suhu tinggi tumpukan sampah yang memicu gas metana. Tim ahli dari Dinas Lingkungan Hidup telah mengambil sampel untuk memastikan sumber api dan mengevaluasi risiko susulan.

Operasi pemadaman diperkirakan masih akan berlangsung beberapa hari ke depan. Pemerintah kabupaten telah mengajukan permintaan tambahan personel dan peralatan ke tingkat provinsi untuk mempercepat penanganan. Hingga berita ini ditulis, titik api masih terpantau di lima zona dengan intensitas menurun, namun potensi meluas masih tetap tinggi.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User