BULUKUMBA — Tahanan Narkoba Resmi Nikah di Masjid Polres, Kapolres Bulukumba Hadiri Langsung

Di balik jeruji besi dan seragam tahanan, secercah asa menjelma ikrar suci. Tepat di tengah peringatan Hari Bhayangkara ke-80, sebuah momen tak lazim—namun

Jul 08, 2026 - 05:01
0 0

Di balik jeruji besi dan seragam tahanan, secercah asa menjelma ikrar suci. Tepat di tengah peringatan Hari Bhayangkara ke-80, sebuah momen tak lazim—namun sarat makna—mewarnai rutinitas penjagaan di Markas Polres Bulukumba. Rabu siang, 1 Juli 2026, Masjid Namirah yang biasanya menjadi tempat ibadah personel, mendadak berubah fungsi menjadi saksi bisu pernikahan seorang tahanan kasus narkoba dengan kekasihnya.

Bukan suara sirine atau aba-aba apel yang memecah keheningan. Kali ini, yang menggema adalah lantunan ijab kabul. Prosesi akad nikah berlangsung dalam balutan khidmat, dipandu langsung oleh petugas Kantor Urusan Agama atau KUA setempat. Keluarga kedua mempelai hadir, menciptakan mozaik emosi yang sulit dilukiskan: haru, bahagia, dan sebentuk pengharapan baru.

Diplomasi Kemanusiaan di Tengah Penegakan Hukum

Kehadiran jajaran petinggi Polres menjadikan peristiwa ini bukan sekadar seremoni personal. Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto, S.I.K, hadir langsung menyaksikan detik-detik pengucapan akad nikah tersebut. Ia didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Bulukumba, Ny. Ruthi Restu, serta Wakapolres Kompol H. Syafaruddin, S.H. beserta istri. Deretan Pejabat Utama dan personel Polres Bulukumba turut mengawal jalannya prosesi.

Pengamanan ketat diterapkan. Namun, ini bukan pengamanan dalam arti represif. Para personel berjaga untuk memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan lancar—sebuah gestur yang dengan gamblang menunjukkan bahwa hukum dan kemanusiaan bisa berjalan beriringan.

Hak Sipil di Balik Jeruji

Usai penghulu mengetuk sah akad nikah, suasana masjid sontak berubah. Senyum sumringah merekah dari wajah kedua mempelai, mencairkan sekat-sekat formal yang tadi mengungkung. Air mata haru menetes dari sudut mata para hadirin, terutama pihak keluarga yang sejak tadi menanti dengan cemas dan doa.

Kepada awak media yang sudah menanti, AKBP Restu Wijayanto menyampaikan pesannya dengan nada tegas namun terukur. Ia menegaskan bahwa pemberian izin ini bukanlah gratifikasi atau bentuk kelonggaran hukum, melainkan pemenuhan hak asasi sipil yang tetap melekat pada setiap warga negara, bahkan pada mereka yang sedang menjalani proses hukum.

"Negara tetap memberikan hak kepada setiap warga negara, termasuk kepada tahanan. Pernikahan ini merupakan hak yang harus difasilitasi sesuai prosedur dan aturan yang berlaku. Kami berharap momen ini menjadi titik awal bagi yang bersangkutan untuk memperbaiki diri, menjalani proses hukum dengan baik, dan setelah selesai menjalani masa hukuman dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik," ujar AKBP Restu Wijayanto.

Pernyataan ini sekaligus menjadi mandat tegas bahwa Polres Bulukumba tidak hanya bekerja dalam koridor penegakan hukum semata. Lebih dari itu, institusi ini juga menjadi garda terdepan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan bukan lagi sekadar ruang hukuman, melainkan juga ruang kehidupan yang tetap menghormati hak-hak personal para penghuninya.

Langkah Baru, Harapan Baru

Prosesi ini membuka mata banyak pihak bahwa momen Hari Bhayangkara ke-80 di Bulukumba tidak hanya dirayakan dengan seremoni dan parade. Ia dirayakan dengan aksi nyata: merajut kembali kepingan kemanusiaan yang mungkin sempat tercecer di tengah kerasnya proses penegakan hukum. Sebuah pernikahan yang terjadi di masjid kantor polisi, di tengah status tahanan yang belum tuntas, menjelma menjadi simbol bahwa setiap manusia—apa pun status hukumnya—berhak atas secercah bahagia dan kesempatan kedua.

Kini, tahanan tersebut tetap harus melanjutkan proses hukum yang sedang berjalan. Namun, ia kini memiliki sandaran hati dan tanggung jawab baru: seorang istri sah yang telah ia ikrarkan dalam sumpah setia. Publik Bulukumba dan warganet yang mendengar kabar ini pun menyambut hangat langkah humanis Polres setempat, menyebutnya sebagai kado terindah di usia ke-80 Bhayangkara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User