Sep 17, 2026
Bali

DENPASAR — Mahasiswa ITB STIKOM Bali Temukan Celah Keamanan NASA

Di tengah pesatnya perkembangan ilmu teknologi informasi global, seorang mahasiswa asal Bali berhasil mengukir prestasi membanggakan di panggung siber inte

DENPASAR — Mahasiswa ITB STIKOM Bali Temukan Celah Keamanan NASA

Di tengah pesatnya perkembangan ilmu teknologi informasi global, seorang mahasiswa asal Bali berhasil mengukir prestasi membanggakan di panggung siber internasional. I Komang Dahesa Gadyanga, pemuda berusia 23 tahun yang sedang menempuh pendidikan semester VIII di Program Studi Teknologi Informasi ITB STIKOM Bali, sukses menembus pertahanan digital milik badan antariksa Amerika Serikat, National Aeronautics and Space Administration (NASA). Melalui aksi peretasan etis (*ethical hacking*), Dahesa berhasil mengidentifikasi tiga celah keamanan kritis pada sistem digital lembaga antariksa dunia tersebut.

Pencapaian luar biasa ini mengantarkan Dahesa memperoleh sertifikat penghargaan resmi dari NASA setelah laporan audit keamanannya dinyatakan *valid*. Celah keamanan yang berhasil dibongkar oleh Dahesa dikategorikan memiliki tingkat kerentanan Medium atau P3, sebuah tingkatan bahaya yang tergolong berpengaruh signifikan terhadap privasi dan integritas data arsitektur siber organisasi antariksa tersebut.

Dedikasi Setahun Meretas Secara Etis

Keberhasilan Dahesa bukanlah hasil dari keberuntungan instan. Pemuda berbakat ini menempuh proses panjang dan disiplin tinggi selama kurang lebih satu tahun untuk mempelajari, memetakan, hingga mengeksekusi pengujian penetrasi pada infrastruktur digital milik NASA dalam program bug bounty. Sebelum mengarahkan sasarannya ke ranah global, ia telah menguji kemampuannya secara konsisten dengan mengidentifikasi dan melaporkan berbagai kerentanan sistem di Indonesia.

Pengalaman menguji sistem lokal menjadi fondasi matang bagi Dahesa untuk menantang kemampuan diri di tingkat internasional. Proses verifikasi yang dilakukan oleh tim ahli keamanan NASA pun memakan waktu hingga laporannya secara resmi disahkan.

“Untuk NASA sendiri paling lama setahun. Dari 2025 sampai 2026 baru laporan saya dinyatakan valid bug. Tingkat kerentanannya Medium atau P3,” ujar Dahesa saat ditemui mengenai proses panjang penemuan celah keamanan tersebut.

Detail Celah Keamanan yang Ditemukan

Dalam pengujian siber yang ia lakukan, Dahesa menemukan tiga jenis kelemahan utama pada sistem digital NASA. Temuan terbesarnya berkaitan dengan kerentanan SQL Injection. Celah ini sangat krusial karena jika dimanfaatkan oleh peretas jahat (*black hat hacker*), pengujian membuktikan bahwa celah tersebut memungkinkan terbukanya hingga 4.998 data sensitif dalam basis data internal.

Selain SQL Injection, dua kerentanan lain yang dilaporkan oleh Dahesa adalah IDOR (Insecure Direct Object Reference) dan Broken Access Control. Kombinasi celah ini memungkinkan pihak luar yang tidak memiliki hak akses untuk menembus dokumen internal dan laporan sensitif, termasuk data log sistem teknis yang seharusnya berada di area terproteksi.

Analisis Ringkasan Temuan Celah Keamanan

Berikut adalah rincian analisis teknis mengenai tiga celah keamanan yang ditemukan oleh Dahesa dalam sistem NASA:

Jenis Kerentanan Tingkat Risiko Potensi Dampak Sistem
SQL Injection Medium (P3) Potensi kebocoran hingga 4.998 data basis data sensitif
IDOR Medium (P3) Akses tidak sah ke objek dokumen dan file internal
Broken Access Control Medium (P3) Pembukaan direktori laporan sensitif dan log teknis

Dampak Positif bagi Ekosistem Keamanan Siber

Inisiatif bug bounty yang dibuka NASA merupakan wadah resmi bagi para peneliti keamanan siber (*ethical hacker*) untuk membantu memperkuat pertahanan infrastruktur digital secara legal. Langkah yang diambil Dahesa membuktikan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan lembaga global dalam meminimalisasi potensi serangan siber yang merugikan.

Keberhasilan ini juga mendulang apresiasi tinggi dari lingkungan kampus ITB STIKOM Bali. Prestasi Dahesa menjadi bukti nyata bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keamanan teknologi informasi tingkat dunia. Ke depan, Dahesa berharap agar industri siber di Indonesia semakin aktif mendukung upaya ethical hacking guna membentengi pertahanan siber nasional dari potensi ancaman yang terus berkembang.

  • Peneliti: I Komang Dahesa Gadyanga (23 tahun)
  • Institusi: ITB STIKOM Bali (Prodi Teknologi Informasi)
  • Lembaga Penerbit Sertifikat: NASA (National Aeronautics and Space Administration)
  • Status Bug: Valid (Kerentanan Medium / P3)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User