BREAKING: Penyisiran Tuntas, Polisi Pastikan SD Jaksel Steril
JAKARTA, Detik Ini Juga — HANYA berselang menit, ketegangan yang melanda Sekolah Dasar Negeri (SDN) Srengseng Sawah 15 akhirnya sirna. Polres Metro Jakarta Selatan mengonfirmasi bahwa penyisiran men...
JAKARTA, Detik Ini Juga — HANYA berselang menit, ketegangan yang melanda Sekolah Dasar Negeri (SDN) Srengseng Sawah 15 akhirnya sirna. Polres Metro Jakarta Selatan mengonfirmasi bahwa penyisiran menyeluruh telah rampung dan tak ditemukan satu pun material berbahaya. Pernyataan resmi disampaikan pagi ini, sesaat setelah tim penjinak bom dan unit K-9 keluar dari kompleks sekolah di Kecamatan Jagakarsa.
Detik-Detik Ancaman dan Respons Kilat
Ancaman bom itu masuk melalui sambungan telepon misterius ke nomor sekolah sekitar pukul 06.30 WIB. Petugas jaga yang menerima panggilan langsung melapor kepada kepala sekolah. Kurang dari 15 menit, gerbang utama ditutup paksa, siswa yang sudah berada di halaman dievakuasi, dan Polsek Jagakarsa menerjunkan personel.
Kapolsek Jagakarsa, AKP Budi Santoso, memimpin operasi gabungan bersama tim Gegana dan Densus 88. Sebanyak 35 personel bersenjata lengkap menyisir tiga lantai gedung, ruang kelas, perpustakaan, kantin, hingga taman bermain. "Kami tidak ambil risiko. Setiap sentimeter kami periksa," ungkapnya di sela penyisiran.
Pukul 08.20 WIB, sterilisasi dinyatakan tuntas. Kapolres Metro Jaksel Kombes Ade Ary Syam Indradi langsung memberikan keterangan. "Nihil—tidak ada bom, tidak ada benda mencurigakan. Sekolah aman terkendali," ujarnya dengan tegas.
Rapat Darurat dan Keberlanjutan Kegiatan Belajar
Begitu status aman dikonfirmasi, jajaran Disdik DKI Jakarta, komite sekolah, serta perwakilan orang tua murid langsung menggelar rapat koordinasi. Kepala Sekolah SDN Srengseng Sawah 15, Ibu Ramayani, menyatakan pihaknya sepakat kegiatan belajar mengajar akan kembali normal esok hari.
"Kami sudah mengirimkan pengumuman melalui grup wali murid. Semua diminta tetap tenang. Besok pagi, anak-anak masuk seperti biasa," kata Ramayani.
- Waktu ancaman: Pukul 06.30 WIB, Kamis pagi.
- Sumber ancaman: Telepon tak dikenal—pelaku masih diburu.
- Kekuatan respons: 35 personel Polri, 2 anjing pelacak, 1 truk Jibom.
- Luas area sisir: 5.200 meter persegi, 18 ruangan.
- Durasi operasi: 1 jam 50 menit.
- Hasil: Steril, nihil bom.
- Langkah lanjutan: KBM dilanjutkan esok hari, patroli rutin ditingkatkan.
Pihak kepolisian kini memfokuskan penyelidikan pada nomor misterius yang nyaris melumpuhkan sektor pendidikan di kawasan padat itu. “Kami sudah mengantongi jejak digital awal. Jangan coba-coba sebarkan teror,” pungkas Kombes Ade Ary. Imbauan keras pun dikirimkan ke seluruh sekolah untuk segera menghubungi 110 jika menerima ancaman serupa.
Baca juga:
Comments (0)