Brantas Abipraya dan PU Pulihkan Infrastruktur Pascabencana Sumatera
BREAKING — Tanpa buang waktu, PT Brantas Abipraya (Persero) bersama Kementerian Pekerjaan Umum langsung mengerahkan alat berat dan tim teknis untuk merehab
BREAKING — Tanpa buang waktu, PT Brantas Abipraya (Persero) bersama Kementerian Pekerjaan Umum langsung mengerahkan alat berat dan tim teknis untuk merehabilitasi infrastruktur kritis di Sumatera Barat dan Sumatera Utara yang rusak parah akibat rangkaian bencana alam. Langkah agresif ini menjadi tulang punggung program pemulihan nasional pascabencana.
Poin-poin kunci:
- Cakupan: 12 titik infrastruktur vital di Sumatera Barat dan 9 titik di Sumatera Utara.
- Anggaran: Rp 217 miliar bersumber dari APBN-P dan dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional).
- Fokus: perbaikan jembatan, jalan nasional, irigasi, dan fasilitas pengendali banjir.
- Durasi pengerjaan: 6 bulan sejak kontrak diteken (target selesai Oktober 2025).
Kronologi Penanganan Pascabencana
- 10 Maret 2025 – Kementerian PU merilis data kerusakan: 8 jembatan putus total, 45 km jalan nasional amblas, dan 3 bendungan irigasi jebol di wilayah Sumbar dan Sumut.
- 15 Maret 2025 – Tim gabungan Brantas Abipraya dan PU melakukan survei lapangan di titik terparah, seperti Jembatan Batang Anai (Padang Pariaman) dan ruas Jalan Lintas Tengah Sumatera di Tapanuli Selatan.
- 20 Maret 2025 – Penandatanganan kontrak kerja sama senilai Rp 217 miliar di Kantor Kementerian PU. Brantas Abipraya ditunjuk sebagai kontraktor utama untuk paket rehabilitasi fast-track.
- 1 April 2025 – Konstruksi dimulai serentak. Alat berat dikerahkan via darat dan laut. Prioritas utama membuka akses isolasi di tiga kecamatan dengan memasang jembatan bailey sementara.
- Mei–September 2025 – Fase konstruksi permanen berjalan 24 jam dengan sistem shift. Hingga awal September, progres mencapai 72%, termasuk penyelesaian Jembatan Batang Anai dan 32 km jalan nasional.
- Target 20 Oktober 2025 – Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung dan siap diresmikan oleh Menteri PU.
Comments (0)