PHE ONWJ — Sumur LLA-5 Semburkan Minyak 780 BPH Setelah 24 Tahun Vakum

Jakarta, Beritatercepat — Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) akhirnya memecah keheningan panjang. Setelah lebih dari dua dekade terb

Jul 08, 2026 - 06:45
0 0
PHE ONWJ — Sumur LLA-5 Semburkan Minyak 780 BPH Setelah 24 Tahun Vakum

Jakarta, Beritatercepat — Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) akhirnya memecah keheningan panjang. Setelah lebih dari dua dekade terbengkalai tanpa aktivitas produksi, Sumur LLA-5 yang terletak di Lapangan LLA, perairan utara Jawa Barat, kini berhasil mengalirkan minyak mentah dengan laju produksi awal yang signifikan. Angka produksi menyentuh 780 barel minyak per hari (BOPD), menandai kebangkitan salah satu sumur tua di wilayah kerja legendaris tersebut.

Rekor Pasca-Dekade Kehampaan

Kesuksesan ini bukan sekadar angka. Sumur LLA-5 terakhir kali beroperasi hampir seperempat abad lalu. Tim eksploitasi PHE ONWJ melakukan kerja ulang (workover) intensif untuk menembus zona reservoir yang sebelumnya dianggap tidak ekonomis. Hasilnya melampaui ekspektasi internal yang semula memproyeksikan laju alir lebih konservatif. General Manager PHE ONWJ menegaskan bahwa capaian ini merupakan buah dari strategi eksploitasi aset brownfield yang agresif. "Kami membuktikan bahwa sumur-sumur idle masih menyimpan potensi raksasa jika didekati dengan teknologi dan interpretasi bawah permukaan yang tepat," ujar perwakilan manajemen.

Kronologi Kebangkitan Raksasa Tidur

  1. Periode 2000–2024 (Fase Idle): Sumur LLA-5 tidak memberikan kontribusi produksi. Statusnya non-aktif akibat tekanan reservoir yang menurun dan keekonomian yang marginal pada era tersebut. Lapangan LLA hanya mengandalkan sumur-sumur sekunder di sekitarnya.
  2. Kuartal I 2025 (Keputusan Strategis): Manajemen PHE ONWJ menyetujui rencana reaktivasi berbasis data seismik 3D terbaru. Identifikasi bypassed oil menjadi kunci utama keberanian investasi pengeboran ulang.
  3. Juni 2025 (Eksekusi Workover): Rig dikerahkan ke lokasi. Operasi berlangsung selama beberapa pekan dengan fokus pada optimalisasi artificial lift dan stimulasi formasi. Proses ini berjalan tanpa kendala HSSE berarti (zero LTI).
  4. Minggu Keempat Juni 2025 (Uji Produksi): Sumur dibuka. Laju alir stabil terkonfirmasi di angka 780 BOPD dengan kadar air rendah. Minyak langsung dialirkan ke sistem pengumpul utama untuk diproses di fasilitas pemisahan terapung.

Data Teknis dan Signifikansi Operasional

Produksi 780 barel per hari dari satu sumur tunggal di Lapangan LLA memberikan lonjakan berarti pada neraca produksi PHE ONWJ secara keseluruhan. Di tengah tren penurunan alamiah (decline rate) aset-aset matang di Blok NWJ, temuan ini menjadi buffer strategis. Dengan asumsi harga minyak mentah global sekitar USD 75 per barel, inflow dari LLA-5 berpotensi menyumbang pendapatan kotor lebih dari USD 58.000 per hari atau sekitar Rp900 juta per hari. Lebih penting lagi, keberhasilan ini membuka gerbang untuk mereplikasi metodologi serupa pada puluhan sumur idle lain yang tersebar di sepanjang lintasan offshore utara Jawa.

Respons Pasar dan Arah Kebijakan Hulu Migas

Langkah PHE ONWJ ini selaras dengan sense of urgency pemerintah dalam menggenjot lifting minyak nasional yang masih berada di bawah target APBN. SKK Migas memberikan apresiasi tinggi dan menyoroti pentingnya paradigma baru dalam mengelola aset tua. Alih-alih sekadar menunggu investasi besar untuk lapangan baru, teknologi workover pada sumur idle seperti LLA-5 menawarkan cycle time yang lebih singkat dan biaya pengembangan lebih rendah. Ke depan, PHE ONWJ berencana menambah titik sumur pengembangan di area ini untuk memaksimalkan faktor pemulihan minyak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User