Boeing Resmikan Lini Baru 737 Max, Investasi Rp15 Triliun
EVERETT, WASHINGTON — Boeing secara resmi membuka fasilitas perakitan terbaru untuk pesawat 737 Max di Everett, Washington, dengan mengucurkan dana sebesar USD 1 miliar atau sekitar Rp15 triliun. La...
EVERETT, WASHINGTON — Boeing secara resmi membuka fasilitas perakitan terbaru untuk pesawat 737 Max di Everett, Washington, dengan mengucurkan dana sebesar USD 1 miliar atau sekitar Rp15 triliun. Langkah ekspansif ini menjadi babak baru bagi produsen pesawat asal Amerika Serikat yang tengah berjuang memulihkan reputasi pasca dua tragedi udara mematikan.
Peresmian lini produksi yang dinamai North Line itu digelar di hadapan ratusan pekerja Boeing, dipimpin langsung oleh Stephanie Pope, pemimpin divisi penerbangan komersial, serta dihadiri para pejabat tinggi negara bagian Washington. Wali Kota Everett, Cassie Franklin, menyambut investasi tersebut sebagai pengakuan atas keandalan manufaktur lokal dan daya saing dirgantara Amerika.
Dari Kontroversi Menuju Kembalinya Kepercayaan Diri
737 Max pernah menjadi simbol keterpurukan Boeing setelah dua insiden kecelakaan fatal di Indonesia (Lion Air, 2018) dan Ethiopia (Ethiopian Airlines, 2019) yang merenggut 346 nyawa. Akibatnya, seluruh armada 737 Max dilarang terbang di seluruh dunia selama hampir dua tahun. Ratusan pesawat terparkir di padang pasir atau bandara penyimpanan, menjadi gambaran krisis terdalam perusahaan tersebut.
Namun, dengan perbaikan menyeluruh pada sistem perangkat lunak, pelatihan pilot, dan pengawasan ketat, Boeing berhasil mendapatkan sertifikasi ulang dari otoritas penerbangan berbagai negara. Minat maskapai kembali bangkit, dan kini Boeing berupaya memenuhi lonjakan pesanan dengan meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan.
Target Produksi dan Pendekatan Bertahap
Pabrik North Line di Everett akan melengkapi pabrik utama 737 Max di Renton yang berjarak sekitar 56 kilometer. Rencananya, laju produksi di lokasi baru ini akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai tingkat yang setara dengan Renton. Jennifer Boland-Masterson, direktur senior produksi North Line, mengatakan bahwa strategi ini mengedepankan kehati-hatian. Fase awal akan dimulai dengan kecepatan rendah, kemudian diakselerasi setelah sistem teruji sempurna.
- Investasi: USD 1 miliar untuk fasilitas North Line di Everett.
- Target: menyamai laju produksi pabrik Renton secara bertahap.
- Kebijakan: peningkatan kapasitas dilakukan dengan pendekatan bertahap demi menjaga keselamatan.
- Latar Belakang: pemulihan reputasi pasca dua kecelakaan fatal 737 Max.
Boeing menekankan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas di atas kecepatan produksi. Seluruh proses di North Line akan diawasi ketat, sejalan dengan komitmen perusahaan untuk tidak mengulangi kesalahan yang sempat membahayakan nyawa penumpang.
Dampak Ekonomi dan Masa Depan
Ekspansi ini turut menjadi injeksi optimisme bagi perekonomian Everett. Cassie Franklin menyebut, kehadiran North Line adalah bukti bahwa Everett tetap menjadi pilar penting manufaktur penerbangan global. Boeing diperkirakan akan menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal seiring peningkatan volume produksi.
Boeing saat ini menatap masa depan dengan optimisme terukur. Meski permintaan pasar sedang tinggi, perusahaan memilih tidak terburu-buru. Dengan fondasi produksi yang lebih kokoh dan budaya keselamatan yang diperkuat, 737 Max diharapkan kembali menjadi tulang punggung armada penerbangan dunia tanpa dihantui bayang-bayang kelam masa lalu.
Baca juga:
Comments (0)