25 Tahun Gelap Gulita, BAZNAS Nyalakan Rumah Terang di Indramayu

BARU SAJA – Jeritan warga pelosok Indramayu yang mendamba listrik selama 25 tahun akhirnya terjawab. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI MENIT LALU meresmikan Program Rumah Terang, mengubah gelap ...

Jul 12, 2026 - 15:49
0 0
25 Tahun Gelap Gulita, BAZNAS Nyalakan Rumah Terang di Indramayu

BARU SAJA – Jeritan warga pelosok Indramayu yang mendamba listrik selama 25 tahun akhirnya terjawab. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI MENIT LALU meresmikan Program Rumah Terang, mengubah gelap gulita menjadi sumber kehidupan lewat teknologi panel surya.

KONFIRMASI dari lapangan menyebut 452 kepala keluarga (KK) langsung tersambung aliran listrik mandiri. Program ini menjadi turning point setelah seperempat abad mereka terisolasi dari jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Fakta Cepat: Teror Gelap Berakhir

  • 25 tahun tanpa listrik di permukiman terpencil Indramayu
  • 452 KK penerima manfaat utama pada fase perdana
  • Panel surya berkapasitas total di atas 90 kWp dipasang di atap rumah
  • Dana zakat produktif disalurkan untuk infrastruktur energi bersih
  • Tim teknis siaga 24 jam untuk pemeliharaan dan evakuasi darurat

Mekanisme Penyaluran Bantuan

Setiap rumah dipasangi panel surya 200 Wp, inverter, dan baterai penyimpanan. Perangkat ini sanggup menyalakan 4–5 titik lampu serta stop kontak untuk peralatan kecil. Warga tidak lagi bergantung pada lampu teplok atau genset berbahan bakar mahal.

Proses identifikasi berlangsung selama tiga bulan. Petugas BAZNAS berkolaborasi dengan pemerintah desa untuk memverifikasi keluarga yang benar-benar belum tersentuh listrik. Prioritas diberikan pada rumah tangga dengan lansia, anak usia sekolah, dan pelaku usaha ultra mikro.

Dampak Langsung di Lapangan

Saksi mata di Desa Cikedung melaporkan tangis haru saat saklar pertama dinyalakan. Anak-anak langsung membuka buku pelajaran, sementara ibu-ibu mulai menjahit di malam hari. “Ini lebih dari sekadar lampu; ini martabat,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat yang enggan disebut nama.

Para petani kecil kini bisa menghidupkan pompa air untuk irigasi terbatas, sementara warung kelontong mulai beroperasi hingga pukul 22.00. Sektor ekonomi mikro yang sempat lumpuh setelah matahari terbenam perlahan bangkit.

Pernyataan Resmi BAZNAS

Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Dr. Ahmad Fikri, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen lembaga dalam memeratakan akses energi. “Zakat bukan cuma beras atau sembako. Listrik adalah kebutuhan dasar yang mempercepat siklus kesejahteraan,” tegasnya dalam acara peresmian via telekonferensi.

Pihaknya menargetkan perluasan ke 1.000 KK lagi di wilayah Indramayu dan sekitarnya pada akhir tahun. Skema pendanaan akan menggabungkan zakat, infak, dan sedekah produktif untuk menjangkau daerah minus listrik lainnya di Jawa Barat.

Keamanan dan Keberlanjutan

Setiap unit panel surya dilengkapi sistem pengamanan lonjakan arus dan proteksi kebakaran. BAZNAS juga melatih 15 pemuda lokal sebagai teknisi desa untuk perawatan mandiri. “Kami ingin program ini hidup selamanya, bukan setahun dua tahun,” tambah Fikri.

Warga pun diedukasi untuk tidak membebani sistem secara berlebihan. Penggunaan alat elektronik berkonsumsi tinggi, seperti setrika atau televisi tabung, dijadwalkan bergilir demi menjaga stabilitas daya.

Respons Pemerintah Daerah

Bupati Indramayu menyambut baik inisiatif ini dan berjanji memfasilitasi perizinan serta integrasi dengan rencana pemda. Solusi off-grid seperti panel surya dinilai paling realistis untuk wilayah dengan medan sulit dan populasi tersebar.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berencana menyelaraskan program serupa melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan (TJSL) BUMN kelistrikan, dengan BAZNAS menjadi salah satu mitra teknis utama.

Dengan instalasi yang sudah berjalan, 452 KK kini tak lagi menunggu matahari pagi untuk memulai aktivitas. Mereka menulis babak baru di bawah sinar yang lahir dari zakat. UPDATE selanjutnya akan disampaikan langsung dari lokasi begitu relawan selesai menyambung listrik ke dusun terakhir.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User