KPK Gelar OTT di Solo Raya, Amankan Pejabat dan Uang Miliaran
BREAKING — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru saja membongkar operasi tangkap tangan (OTT) di kawasan Solo Raya. Operasi senyap pada 9 Juli 2026 itu mengamankan seorang pejabat tinggi daerah be...
BREAKING — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru saja membongkar operasi tangkap tangan (OTT) di kawasan Solo Raya. Operasi senyap pada 9 Juli 2026 itu mengamankan seorang pejabat tinggi daerah beserta barang bukti uang tunai miliaran rupiah.
Tim penindakan KPK bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat soal dugaan transaksi haram di lingkungan pemerintahan setempat. Dalam hitungan jam, beberapa lokasi berbeda digerebek secara serentak. Hasilnya, lima orang langsung diamankan berikut dokumen dan uang yang diduga bagian dari suap proyek infrastruktur.
Kronologi Penangkapan
Operasi dimulai pukul 14.30 WIB di sebuah hotel berbintang. Penyidik menemukan momen serah terima uang di lobi parkir. Dua orang yang diduga perantara berhasil dikunci tanpa perlawanan. Berselang 30 menit, tim lain menyergap ruang kerja pejabat tersebut dan mengamankan koper berisi uang Rp2,1 miliar.
Dari tiga lokasi terpisah, total uang yang disita mencapai Rp4,7 miliar. Barang bukti lain meliputi buku catatan keuangan, ponsel pribadi, dan lembar cek dengan nominal mencolok. KPK mengonfirmasi seluruh barang bukti berkaitan langsung dengan dugaan korupsi.
Siapa yang Ditangkap
Informasi dihimpun menyebutkan pejabat yang diamankan adalah seorang kepala dinas. Inisialnya belum dirilis resmi, namun dua sumber internal menyebutnya sebagai pemegang kendali pengadaan alat kesehatan. Turut ditangkap dua rekanan swasta, satu ajudan pribadi, dan seorang pengusaha lokal yang diduga sebagai penyandang dana.
Lima orang tersebut langsung digelandang ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. Pemeriksaan akan berlangsung dalam 1×24 jam ke depan untuk menentukan status hukum. “Kami masih mengembangkan kasus. Tidak menutup kemungkinan tersangka bertambah,” ujar juru bicara KPK dalam keterangan tertulis dini hari tadi.
Fakta-fakta kunci yang sudah terkonfirmasi:
- Uang tunai total Rp4,7 miliar dalam pecahan rupiah dan dolar.
- Proyek yang diselidiki pengadaan alat kesehatan senilai Rp87 miliar.
- Lokasi OTT hotel, kantor dinas, dan kediaman pribadi di Solo dan Karanganyar.
- Waktu kejadian 9 Juli 2026, mulai pukul 14.30 hingga 17.45 WIB.
Pengamat antikorupsi menyebut OTT ini sinyal bahwa praktik korupsi di daerah belum padam. Operasi tersebut sekaligus menandai OTT ke-8 KPK sepanjang 2026. Angka ini lebih tinggi dibanding periode sama tahun sebelumnya.
KPK menegaskan proses hukum akan transparan. Publik diminta bersabar menunggu konferensi pers resmi yang dijadwalkan besok siang. Sementara itu, area Solo Raya dilaporkan sudah mulai normal, meskipun aparat keamanan siaga di sekitar kantor pemerintahan untuk antisipasi.
Baca juga:
Comments (0)