BNPB Kebut Pemulihan Sumatera Pascabencana, Pembangunan Huntara Sudah 99,9%
Upaya percepatan pemulihan pascabencana di Pulau Sumatera menunjukkan hasil signifikan. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Suharyanto, melaporkan bahwa pembangun
Upaya percepatan pemulihan pascabencana di Pulau Sumatera menunjukkan hasil signifikan. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Suharyanto, melaporkan bahwa pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah provinsi di Sumatera beberapa waktu lalu kini telah mencapai 99,9 persen.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami langsung dari lapangan dan siaran resmi BNPB, Suharyanto melakukan peninjauan langsung untuk memastikan progres pemulihan yang kini telah memasuki bulan ketujuh. Dalam kunjungannya tersebut, ia mengonfirmasi bahwa skala penanganan darurat telah berhasil diturunkan. Saat ini, tidak ada lagi provinsi di Pulau Sumatera yang berstatus tanggap darurat akibat bencana tersebut.
"Alhamdulillah, untuk provinsi sudah tidak ada lagi yang berstatus tanggap darurat. Tinggal beberapa kabupaten/kota yang masih dalam masa transisi darurat menuju pemulihan," ujar Suharyanto dalam keterangannya yang dikutip media kami. Fase transisi ini menandakan bahwa fokus utama di lapangan telah bergeser dari respons darurat menjadi pembangunan kembali infrastruktur dan permukiman warga.
Komitmen Hunian Tetap dan Anggaran Jumbo
Meski pembangunan huntara hampir rampung seluruhnya, Kepala BNPB menegaskan bahwa tugas pemerintah belum selesai. Pihaknya berkomitmen untuk terus menggenjot penyediaan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal. Langkah ini diambil agar warga tidak berlama-lama tinggal di pengungsian atau hunian sementara dan dapat segera memulai kehidupan yang normal dan layak.
"Pemerintah pusat bersama DPR telah mengucurkan dana pemulihan pasca bencana Sumatera sebesar Rp 100,1 Triliun. Anggaran ini dirancang untuk periode tiga tahun, dari 2026 hingga 2028, untuk memastikan pemulihan berjalan tuntas dan berkelanjutan," tegas Suharyanto.
Anggaran fantastis tersebut akan digunakan tidak hanya untuk pembangunan fisik huntap, tetapi juga mencakup rehabilitasi fasilitas umum, pemulihan sektor ekonomi warga, serta program mitigasi untuk mengurangi risiko bencana serupa di masa depan. Dengan progres huntara yang hampir sempurna dan kepastian pendanaan jumbo, pemerintah optimis wajah baru Sumatera pascabencana dapat segera terwujud tanpa meninggalkan satu pun warga yang masih tertinggal dalam kondisi darurat.
Comments (0)