Berawal dari Pengangkut Pakan, Nirin Kini Jadi Motor Penggerak Usaha Ayam Petelur Warga Setu

BEKASI - Perjalanan hidup Nirin Samsudin berubah total hanya dalam waktu enam tahun. Warga Kampung Cisaat, Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, ini memulai usahanya benar-benar dari ti

Jul 08, 2026 - 00:05
0 0
Berawal dari Pengangkut Pakan, Nirin Kini Jadi Motor Penggerak Usaha Ayam Petelur Warga Setu

BEKASI - Perjalanan hidup Nirin Samsudin berubah total hanya dalam waktu enam tahun. Warga Kampung Cisaat, Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, ini memulai usahanya benar-benar dari titik nol. Kini, di usia 47 tahun, ia bukan sekadar pemilik 1.000 ekor ayam petelur, melainkan telah menjelma menjadi sosok inspiratif yang mendorong warga sekitar untuk menekuni usaha serupa.

Dulunya, Nirin hanyalah seorang pekerja harian yang bertugas mengangkut karung-karung pakan ternak. Dari balik tumpukan pakan yang dipikulnya setiap hari, ia justru menangkap peluang emas. Ia mengamati jerih payah para peternak dan melihat jelas bagaimana bisnis ayam petelur mampu menopang perekonomian keluarga. Tanpa modal besar, ia memberanikan diri melangkah, membangun kandang kecil di samping rumahnya secara bertahap, dengan satu prinsip yang ia pegang teguh: menjaga kepercayaan orang lain.

Dari Pengangkut Pakan Jadi Peternak

Bertahun-tahun berinteraksi dengan dunia peternakan sebagai buruh angkut membuat Nirin paham seluk-beluk perawatan ayam petelur. Keberaniannya untuk beralih profesi tidak datang secara instan. Ia membangun kandang sedikit demi sedikit, menyesuaikan dengan kemampuan finansial yang sangat terbatas saat itu. Keyakinannya semakin kuat ketika melihat hasil dari jerih payah para peternakan yang selama ini menjadi pelanggan pengangkutan pakannya.

"Saya hanya berbekal keberanian untuk memulai. Selama enam tahun ini, saya membangun kandang secara bertahap, dan alhamdulillah sekarang sudah terisi 1.000 ekor ayam petelur," ujar Nirin saat ditemui di kediamannya.

Perjuangan Nirin menemui titik terang ketika ia mendapatkan dukungan pembiayaan dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Bantuan modal tersebut menjadi fondasi penting dalam mempercepat pengembangan kapasitas kandangnya. Dengan manajemen keuangan yang disiplin, ia mampu meningkatkan produktivitas telur secara signifikan, sekaligus memutar modal untuk kebutuhan operasional harian.

Gerakkan Ekonomi Warga Sekitar

Keberhasilan Nirin tidak berhenti pada dirinya sendiri. Melihat konsistensi dan hasil nyata dari kandang miliknya, sejumlah warga di Desa Kertarahayu mulai tertarik untuk mengikuti langkah serupa. Nirin dengan tangan terbuka membagikan pengalaman dan pengetahuannya, mulai dari cara merawat ayam, mengelola pakan, hingga strategi menjaga stabilitas produksi telur di tengah fluktuasi harga pasar.

Usaha ayam petelur yang dirintisnya kini menjadi sumber penghidupan utama bagi keluarganya. Lebih dari itu, keberadaan kandang Nirin turut membuka lapangan pekerjaan kecil bagi tetangga sekitar yang membantu proses pembersihan kandang dan pengumpulan telur. Media kami mencatat, fenomena serupa mulai menjamur di wilayah Setu, mengubah wajah ekonomi desa yang semula mengandalkan sektor buruh pabrik menjadi sentra peternakan ayam petelur rumahan.

Pihak BRI melalui program KUR terus memperkuat komitmennya menyasar segmen usaha mikro dan kecil, terutama di wilayah pinggiran seperti Setu. Nirin menjadi salah satu potret nyata bagaimana akses permodalan yang tepat sasaran mampu memutus rantai kemiskinan dan mendorong kemandirian ekonomi di tingkat akar rumput.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yoga-mahendra

Editor Breaking. Editor breaking news dan peristiwa terkini.

Comments (0)

User