Belanja Bareng Istri-Anak, Oknum Guru di Sukoharjo Diduga Lecehkan SPG
KARTASURA, BERITATERCEPAT.COM — Oknum guru PPPK yang mengajar di salah satu sekolah dasar (SD) di Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, kini menjadi sorotan publik usai diduga melakukan pele
KARTASURA, BERITATERCEPAT.COM — Oknum guru PPPK yang mengajar di salah satu sekolah dasar (SD) di Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, kini menjadi sorotan publik usai diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang sales promotion girl (SPG) di dalam toko swalayan. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 14.30 WIB itu semakin menggemparkan lantaran terduga pelaku diketahui sedang berbelanja bersama istri dan anaknya ketika melancarkan aksi tidak senonohnya. Akibat perbuatannya, guru berinisial BSN tersebut kini mendapat sanksi skorsing dari pihak sekolah dan tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh aparat kepolisian.
Kronologi Kejadian di Tengah Keramaian Swalayan
Berdasarkan informasi yang dihimpun Beritatercepat.com, korban saat itu tengah mengecek etalase minuman di salah satu pusat perbelanjaan besar di kawasan Kartasura. Dalam posisi menghadap ke arah booth untuk memastikan ketersediaan stok barang, korban yang bekerja sebagai SPG salah satu brand minuman tidak menyadari adanya tindakan mencurigakan di sekitarnya. Namun, aksi terduga pelaku terekam oleh pengunjung lain yang kemudian memberikan peringatan kepada korban.
"Awalnya saya nggak sadar, posisinya saya menghadap ke booth untuk mengecek stok, saya SPG salah brand minuman di sana. Terus divideo di bawah rok saya, pelakunya sudah pergi. Terus ada ibu-ibu yang mendatangi saya bilang, 'Ada mas-mas berbaju merah ngerekam bagian rok bawah saya'," ujar korban saat ditemui awak media di Mapolresta Solo, Kamis (18/6).
Sanksi Tegas dan Proses Penyelidikan
Mengetahui peristiwa memalukan tersebut, pihak sekolah tempat BSN bertugas langsung mengambil langkah tegas dengan memberikan sanksi skorsing. Sanksi tersebut diberikan sebagai bentuk pertanggungjawaban sementara selama proses penyelidikan oleh kepolisian berlangsung. Langkah ini juga diambil untuk menjaga nama baik institusi pendidikan serta menunjukkan komitmen serius terhadap penegakan disiplin aparatur sipil negara.
Sementara itu, aparat kepolisian dari Polresta Solo tengah menggali keterangan lebih lanjut untuk mengungkap detail peristiwa. Penyidik juga berupaya mengumpulkan bukti-bukti, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) yang ada di lokasi kejadian, guna mengonfirmasi dugaan tindakan tidak senonoh yang dilakukan oleh terduga pelaku. Diharapkan, kasus ini dapat diproses secara transparan dan tegas sehingga memberikan efek jera bagi pelaku sekaligus perlindungan maksimal bagi korban pelecehan seksual.
Comments (0)