Tergiur Iming-iming Orderan Offline Ratusan Ribu, Motor Ojol di Bekasi Malah Raib
Nasib nahas menimpa Sutrisno, seorang pengemudi ojek online di kawasan Bekasi. Motornya yang menjadi tulang punggung keluarga justru lenyap setelah ia menerima tawaran menggiurkan dari seseorang yang
Nasib nahas menimpa Sutrisno, seorang pengemudi ojek online di kawasan Bekasi. Motornya yang menjadi tulang punggung keluarga justru lenyap setelah ia menerima tawaran menggiurkan dari seseorang yang kini berstatus sebagai pelaku pencurian. Berdasarkan laporan yang dihimpun Beritatercepat.com, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (18/6), bermula saat Sutrisno sedang duduk menunggu pesanan di sekitar Stasiun Tambun, Kabupaten Bekasi.
Seorang pria yang belakangan diketahui berinisial WS mendatangi korban. Pelaku mengajukan permintaan untuk diantarkan ke Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, namun dengan perjanjian di luar sistem aplikasi atau yang kerap disebut sebagai orderan offline. Tanpa pikir panjang, Sutrisno yang terpikat oleh nominal yang dijanjikan—sebesar Rp600.000—langsung menyanggupi permintaan tersebut.
"Saya tergiur uang yang ditawarkan pelaku sehingga mau mengantarkan ke Jakarta Utara hingga motor saya dicuri," ujar Sutrisno kepada awak media saat ditemui di Jakarta, Selasa (23/6). Pernyataan itu mencerminkan penyesalan mendalam yang kini ia rasakan. Nominal yang tergolong besar untuk sekali perjalanan itu malah menjadi jerat yang menghancurkan harapannya.
Kronologi Kejadian dan Modus yang Digunakan Pelaku
Kronologi berawal dari pertemuan di area stasiun yang ramai. Pelaku WS dengan sengaja membidik pengemudi ojol yang sedang dalam kondisi lengang—tidak sedang membawa penumpang maupun pesanan barang. Ia mendekati Sutrisno dan langsung mengutarakan niatnya untuk pergi ke Muara Baru tanpa melalui prosedur aplikasi. Tawaran Rp600.000 untuk rute Tambun-Priok tentu jauh di atas tarif biasa. Jarak sekitar 30–40 kilometer itu biasanya hanya dihargai sekitar Rp100.000–150.000 melalui platform daring.
Modus seperti ini, menurut catatan kami, bukanlah hal baru. Pelaku memanfaatkan kesempatan saat pengemudi sedang tidak dalam mode pencarian penumpang di aplikasi, sehingga lebih mudah untuk diraih kepercayaannya. Setelah disetujui, perjalanan dimulai dan korban tidak menyadari dirinya sedang digiring ke dalam sebuah jebakan. Begitu tiba di lokasi tujuan atau titik tertentu di Jakarta Utara, dengan alasan yang belum dirinci, pelaku berhasil membawa kabur motor tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat masih melakukan pengejaran terhadap pelaku WS. Kasus ini kembali menjadi peringatan keras bagi para pengemudi ojol agar tidak mudah tergiur tawaran besar yang justru berpotensi membahayakan keselamatan dan aset pribadi. Proses hukum diharapkan dapat berjalan cepat, mengingat modus pencurian dengan kedok orderan offline semakin marak terjadi di sejumlah kota besar.
Kejadian ini menyisakan duka bagi Sutrisno yang kehilangan sumber penghasilan utamanya. Ia berharap agar pelaku segera tertangkap dan motornya bisa kembali, sekaligus mengimbau rekan-rekan pengemudi daring lainnya untuk tetap waspada dan selalu menggunakan aplikasi resmi dalam setiap transaksi demi keamanan bersama.
Comments (0)