Balita Korban Kekerasan Ibu Tiri di Bekasi Kritis di PICU
BEKASI — Seorang anak perempuan berusia empat tahun, sebut saja Bunga, saat ini dirawat di ruang perawatan intensif anak (PICU) sebuah rumah sakit di Bekasi dalam kondisi koma. Gadis kecil itu didug...
BEKASI — Seorang anak perempuan berusia empat tahun, sebut saja Bunga, saat ini dirawat di ruang perawatan intensif anak (PICU) sebuah rumah sakit di Bekasi dalam kondisi koma. Gadis kecil itu diduga kuat menjadi korban penganiayaan oleh ibu tirinya sendiri. Kondisinya yang kritis menggemparkan warga sekitar dan memicu gerakan perlindungan anak.
Menurut keterangan pihak kepolisian, korban mengalami luka serius di bagian kepala dan tubuh yang mengindikasikan kekerasan berulang. Tim medis yang menangani korban langsung melaporkan temuan mencurigakan ini kepada aparat, karena cedera yang dialami tidak wajar untuk anak seusianya.
Kronologi Kejadian
Kejadian nahas ini terungkap ketika korban dilarikan ke rumah sakit oleh ayah kandungnya pada awal pekan ini. Pihak rumah sakit yang mencurigai adanya tindak kekerasan segera menghubungi kepolisian. Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa korban telah menerima perlakuan kasar selama beberapa waktu terakhir, diduga dilakukan oleh DM, ibu tirinya.
Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kediaman korban di wilayah Bekasi menemukan sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan penganiayaan. Barang-barang tersebut termasuk benda tumpul yang diduga digunakan untuk memukul korban.
Tersangka Diamankan
Setelah serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, termasuk tetangga dan pihak sekolah, polisi akhirnya menetapkan DM sebagai tersangka. Perempuan yang merupakan ibu tiri korban itu kini telah ditahan dan menjalani pemeriksaan intensif. Polisi menjerat tersangka dengan pasal perlindungan anak yang membawa ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.
Kapolres setempat dalam keterangan persnya menyatakan bahwa motif sementara yang mengemuka adalah kecemburuan dan ketidaksukaan tersangka terhadap anak tirinya. "Kami masih mendalami lebih lanjut, namun dari keterangan saksi, korban kerap mendapat perlakuan kasar saat ayahnya sedang bekerja," ujar seorang penyidik.
Kondisi Korban Masih Kritis
Hingga berita ini diturunkan, korban masih berada di bawah pengawasan ketat tim medis PICU. Dokter menyatakan bahwa korban mengalami trauma kepala berat yang menyebabkan penurunan kesadaran. Pihak rumah sakit belum bisa memastikan kapan korban akan sadar, dan terus melakukan pemantauan fungsi vitalnya.
Pihak keluarga, terutama ayah kandung korban, dilaporkan sangat terpukul. Ia mengaku tidak mengetahui perlakukan istrinya terhadap anak kandungnya. "Saya bekerja dari pagi hingga malam. Saya tidak pernah menyangka hal ini bisa terjadi," katanya lirih saat ditemui di rumah sakit.
Reaksi Masyarakat dan Lembaga Perlindungan Anak
Kasus ini sontak menuai kecaman dari berbagai kalangan. Lembaga perlindungan anak setempat mendesak agar pelaku dihukum seberat-beratnya. Mereka juga mengingatkan pentingnya peran lingkungan dalam mendeteksi kekerasan terhadap anak. "Kasus ini adalah alarm bagi kita semua bahwa kekerasan dalam rumah tangga bisa terjadi di lingkungan terdekat tanpa kita sadari," ujar seorang aktivis.
Komunitas warga di sekitar tempat tinggal korban mengaku sempat mendengar tangisan anak tersebut, namun tidak menyangka itu adalah jeritan akibat penganiayaan. Beberapa tetangga menyayangkan kejadian ini dan berharap korban segera pulih.
Saat ini, pihak kepolisian masih mengembangkan kasus ini, termasuk memeriksa kemungkinan adanya pembiaran dari pihak-pihak yang seharusnya bertanggung jawab. Sementara itu, fokus utama tetap pada penyelamatan nyawa korban yang masih berjuang di ambang kematian.
Comments (0)