Besok, Prabowo Groundbreaking Blok Masela di Maluku, Produksi Mulai 2029
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek gas raksasa Blok Abadi Masela di Maluku, Jumat besok. Menteri Energi dan Sumber Daya Miner...
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek gas raksasa Blok Abadi Masela di Maluku, Jumat besok. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan proyek strategis nasional itu akhirnya bergerak setelah bertahun-tahun dalam perencanaan.
Langkah Konkret Menuju Produksi
Blok Masela, yang menyimpan cadangan gas alam cair (LNG) terbesar di Indonesia, diproyeksikan mulai berproduksi pada periode 2029 hingga 2030. Groundbreaking ini menjadi sinyal bahwa pemerintah serius mempercepat hilirisasi energi di kawasan timur. Proyek ini akan memanfaatkan teknologi kilang LNG terapung (FLNG) dengan kapasitas produksi mencapai 9,5 juta ton per tahun.
Bahlil, yang mendampingi kepala negara dalam agenda besok, menyebut pembangunan infrastruktur gas Masela bukan sekadar seremoni. Ia menekankan bahwa proyek ini akan menyerap ribuan tenaga kerja lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi Maluku secara signifikan. "Ini bukan hanya tentang gas. Ini tentang kedaulatan energi dan pemerataan pembangunan," ujar Bahlil, dikutip dalam pernyataan tertulis.
Dorong Investasi Ratusan Triliun
Blok Abadi Masela digadang-gadang membutuhkan total investasi hingga US$20 miliar atau sekitar Rp300 triliun. Angka itu menjadikannya salah satu proyek energi termahal di Indonesia. Sejumlah kontraktor global sudah menyatakan minat, termasuk dari Jepang dan Eropa, sementara operator lapangan akan diambil alih oleh perusahaan nasional bekerja sama dengan mitra internasional.
Pemerintah berharap groundbreaking besok mempertegas kepastian hukum dan iklim investasi, terutama setelah sempat terjadi perdebatan panjang soal skema pengembangan: apakah menggunakan kilang di darat (onshore) atau terapung (offshore). Keputusan akhir jatuh pada opsi FLNG yang dianggap lebih efisien secara biaya dan waktu.
Target Operasi di 2029-2030
Jika sesuai jadwal, produksi gas perdana Blok Masela akan selaras dengan proyeksi peningkatan kebutuhan energi domestik. Pasokan LNG dari Masela diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri serta ekspor ke pasar Asia yang semakin kompetitif. Pemerintah juga berencana membangun infrastruktur pendukung seperti jaringan pipa dan fasilitas penyimpanan di sekitar lokasi.
Groundbreaking ini sekaligus menjadi jawaban atas kekhawatiran bahwa Blok Masela akan kembali tertunda. Sebelumnya, proyek yang pertama kali ditemukan pada 1990-an itu menghadapi berbagai hambatan, mulai dari dinamika geopolitik hingga masalah pembebasan lahan. Kini, setelah bertahun-tahun, lampu hijau akhirnya menyala.
Dampak Ekonomi dan Energi
Dengan cadangan terbukti mencapai 10,7 triliun kaki kubik, Masela bisa menjadi penopang utama ketahanan energi nasional. Lapangan kerja langsung diperkirakan mencapai 10.000 orang selama puncak konstruksi, sementara efek berganda akan menggerakkan sektor transportasi, perhotelan, dan jasa di Maluku. Bahlil menambahkan bahwa pemerintah daerah sudah siap memfasilitasi seluruh perizinan dan dukungan infrastruktur dasar.
Besok, saat Presiden Prabowo menancapkan simbolisasi batu pertama, Indonesia bukan hanya mengawali proyek gas, tetapi juga menulis babak baru transformasi energi di kawasan timur. Seluruh mata investor akan tertuju pada pelaksanaan groundbreaking ini sebagai tolok ukur keseriusan pemerintah.
Comments (0)