Api Berkobar di Tahura R Soerjo, Petugas Terkendala Medan

MOJOKERTO — Kawasan hutan lindung Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo yang membentang di wilayah Mojokerto kembali dilanda musibah kebakaran. Peristiwa ini memicu pengerahan personel gabungan secara ...

Jul 16, 2026 - 09:07
0 0
Api Berkobar di Tahura R Soerjo, Petugas Terkendala Medan

MOJOKERTO — Kawasan hutan lindung Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo yang membentang di wilayah Mojokerto kembali dilanda musibah kebakaran. Peristiwa ini memicu pengerahan personel gabungan secara cepat, namun upaya pemadaman menemui jalan terjal akibat lokasi titik api yang sulit dijangkau.

Kronologi dan Lokasi Kejadian

Api pertama kali terpantau oleh petugas pemantau kawasan pada sore hari. Titik panas terpantau berada di area perbukitan dengan vegetasi lebat yang menjadi ciri khas Tahura R Soerjo. Lokasi persisnya berada di petak hutan yang jauh dari jalur eksisting, sehingga proses identifikasi dan penilaian awal memakan waktu. Petugas di lapangan mendapati bahwa api diduga merambat di lapisan serasah tebal yang mudah tersulut saat kondisi kering. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab pasti kebakaran, namun indikasi awal mengarah pada faktor alam maupun kelalaian manusia. Cuaca panas yang melanda Mojokerto dalam beberapa hari terakhir turut meningkatkan kerentanan kawasan terhadap percikan api.

Kendala Utama: Medan Ekstrem dan Minimnya Akses

Tantangan terbesar yang dihadapi tim di lapangan adalah aksesibilitas. Jalan setapak menuju titik api tidak memungkinkan dilalui kendaraan pemadam. Personel harus berjalan kaki dengan membawa peralatan manual seperti jet shooter dan gepyok. Kemiringan lereng yang mencapai lebih dari 45 derajat di beberapa segmen membuat laju pergerakan tim melambat. Sumber air alami terdekat juga berada pada jarak yang tidak ideal, memaksa tim untuk melakukan rantai pasok air secara estafet. Koordinator lapangan mengakui bahwa waktu tempuh dari posko terdekat ke pusat api bisa mencapai lebih dari dua jam perjalanan dengan medan menanjak.

Keterbatasan ini diperparah oleh sinyal komunikasi yang tidak stabil di kedalaman tahura, sehingga koordinasi antartim mengandalkan radio genggam dengan jangkauan terbatas. Kendati demikian, semangat personel tidak surut. Mereka terus berusaha membuka sekat bakar manual untuk mencegah perluasan area terdampak.

Respons Tim Gabungan dan Strategi Pemadaman

Personel yang dikerahkan berasal dari beragam instansi, antara lain regu pemadam dari Perhutani, Masyarakat Peduli Api (MPA) setempat, BPBD Kabupaten Mojokerto, serta relawan lingkungan. Mereka dibagi dalam beberapa regu kecil yang bertugas memotong rantai penjalaran api. Mengingat karakter api yang berada di permukaan tanah, fokus utama bukan pemadaman total melalui udara, melainkan penyekatan agar api tidak merembet ke tegakan pohon yang lebih tinggi. Tim melakukan pembersihan jalur dari bahan bakar vegetasi dan membangun ilaran api selebar mungkin. Sebuah sumber di lapangan menyebut bahwa area yang terbakar sementara diperkirakan kurang dari lima hektare, meski angka pasti masih menunggu hasil pemetaan drone setelah api padam.

Dampak dan Kepastian Tidak Ada Korban

Informasi yang melegakan, sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka. Kebakaran terjadi pada zona yang jauh dari permukiman warga, sehingga tidak ada ancaman langsung terhadap pemukiman atau infrastruktur publik. Kendati demikian, dampak ekologis tetap menjadi perhatian serius. Tahura R Soerjo merupakan habitat penting bagi beragam flora endemik dan satwa liar, termasuk lutung jawa dan elang jawa. Kerusakan pada lapisan serasah dan vegetasi bawah dikhawatirkan mengganggu rantai makanan mikro di lantai hutan. Kepala UPT Tahura melalui pesan singkat menyatakan bahwa pemantauan pasca-kebakaran akan segera dilakukan untuk mendata luasan terdampak dan langkah restorasi yang diperlukan.

Tim saat ini masih bersiaga di lokasi untuk memastikan tidak ada bara tersisa yang dapat memicu titik api baru. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan percikan di sekitar kawasan, mengingat status siaga kekeringan yang masih berlaku. Pihak berwenang juga berencana memperkuat deteksi dini dengan patroli rutin dan pemasangan kamera pemantau di titik-titik strategis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User