Menteri HAM Kecam Bullying Usai Ledakan di MAN 3 Padang

JAKARTA – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Pigai melontarkan kecaman keras terhadap aksi perundungan di lingkungan sekolah yang diduga menjadi pemicu ledakan di MAN 3 Padang. Dalam pernyata...

Jul 16, 2026 - 05:52
0 0
Menteri HAM Kecam Bullying Usai Ledakan di MAN 3 Padang

JAKARTA – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Pigai melontarkan kecaman keras terhadap aksi perundungan di lingkungan sekolah yang diduga menjadi pemicu ledakan di MAN 3 Padang. Dalam pernyataan yang dirilis beberapa jam lalu, ia mengungkapkan bahwa dirinya juga pernah menjadi korban rasisme, sehingga mendorongnya untuk mempercepat gerakan nasional anti-bullying.

Insiden yang mengguncang Sumatra Barat itu dilaporkan terjadi pada jam istirahat, menyebabkan kepanikan dan evakuasi massal. Saksi mata menyebutkan dentuman keras terdengar dari salah satu ruang kelas sebelum asap mengepul. Hingga berita ini diturunkan, tim darurat masih berada di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan memastikan tidak ada bahan berbahaya lain yang tertinggal.

Fakta Kunci Insiden

  • Waktu kejadian: Dikonfirmasi terjadi sekitar pukul 10.00 WIB saat aktivitas belajar mengajar sedang berlangsung.
  • Dugaan pemicu: Ledakan diduga kuat berkaitan dengan akumulasi tekanan psikologis akibat perundungan yang tidak tertangani.
  • Korban: Belum ada laporan korban jiwa; satu orang mengalami luka ringan dan langsung mendapatkan penanganan medis di puskesmas terdekat.
  • Status keamanan: Pihak kepolisian telah memasang garis polisi dan menetapkan status siaga di seluruh area sekolah.

Pengakuan Pribadi Menteri

Dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Menteri Pigai untuk pertama kalinya membuka pengalaman kelamnya sebagai korban rasisme semasa menempuh pendidikan. “Saya paham betul bagaimana rasanya diinjak-injak hanya karena identitas. Tindakan seperti itu tidak boleh diremehkan karena bisa meledak kapan saja,” ujarnya dengan suara bergetar. Ia menekankan bahwa negara harus hadir lebih cepat sebelum korban mengambil jalan destruktif.

Respons Kementerian HAM

Kementerian HAM langsung membentuk tim respons cepat yang akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan aparat penegak hukum untuk mendalami akar masalah. Menteri Pigai memerintahkan agar seluruh sekolah di zona merah perundungan segera menjalani audit psikososial. “Ini bukan lagi sekadar pelanggaran etika. Ini darurat kemanusiaan di ruang pendidikan kita,” tegasnya. Ia juga mendorong revisi regulasi agar sekolah memiliki mekanisme pelaporan dan pendampingan korban yang terstandar.

Langkah Konkret ke Depan

Pemerintah berencana meluncurkan program “Ruang Aman Sekolah” yang meliputi pelatihan guru konselor, pemasangan saluran aduan digital, serta kampanye “Stop Rasisme di Bangku Sekolah”. Menteri Pigai optimistis bahwa dengan transparansi dan keterlibatan semua pihak, tragedi serupa bisa dicegah. “Kita tidak boleh lagi menutup mata. Setiap suara anak yang terzalimi adalah alarm bagi kita semua,” pungkasnya.

Perkembangan terbaru akan terus dipantau dan disampaikan dalam update selanjutnya. Publik diimbau untuk tidak menyebarkan spekulasi yang dapat memperkeruh suasana.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User