• Status Gunung Anak Krakatau: Siaga (Level III) — bukan Awas, dan tidak terjadi erupsi besar.
• Radius bahaya: 5 kilometer dari kawah aktif.
• Jarak destinasi wisata dari zona bahaya: lebih dari 15 kilometer.
• Hoaks yang beredar: video lama erupsi minor yang dinarasikan secara menyesatkan.
• Sumber informasi resmi: akun media sosial PVMBG dan BPBD Kabupaten Serang.
Kronologi: Dari Hoaks ke Klarifikasi Cepat
- Pukul 08.32 WIB — Sebuah video pendek beredar di TikTok dan WhatsApp yang menampilkan kolom abu vulkanik besar diklaim sebagai erupsi Gunung Anak Krakatau terkini. Narasi video menyebutkan "Krakatau Meletus Hebat, Wisatawan Diminta Menjauh."
- Pukul 09.15 WIB — Tim PVMBG mengidentifikasi video tersebut sebagai rekaman erupsi minor tahun 2019 yang telah diedit dan dipercepat. Data seismik menunjukkan aktivitas kegempaan masih dalam ambang normal untuk level Siaga.
- Pukul 10.00 WIB — Pemerintah Kabupaten Serang mengeluarkan pernyataan klarifikasi melalui Kepala Dinas Pariwisata. "Tidak ada erupsi besar. Destinasi wisata pesisir Anyer, Carita, dan sekitarnya berada di luar radius bahaya," tegas pernyataan tersebut.
- Pukul 11.45 WIB — PVMBG merilis data resmi yang menunjukkan tinggi kolom hembusan maksimal hanya 200 meter dari kawah, tidak teramati aliran piroklastik atau lava pijar yang membahayakan area wisata.
- Pukul 13.00 WIB — Polres Serang mengonfirmasi tengah menyelidiki akun penyebar video hoaks pertama untuk proses hukum lebih lanjut.
Comments (0)