Anak Krakatau Siaga, Pemkab Serang Pastikan Wisata Aman
SERANG — Bantah video hoaks erupsi besar! Pemerintah Kabupaten Serang dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan destinasi wisat
SERANG — Bantah video hoaks erupsi besar! Pemerintah Kabupaten Serang dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan destinasi wisata pesisir tetap aman dikunjungi meski Gunung Anak Krakatau berstatus siaga. Klaim video viral yang menggemparkan media sosial itu dipastikan tidak benar.
Berikut fakta-fakta kunci dari pernyataan resmi yang dirilis sore ini:
• Status Gunung Anak Krakatau: Siaga (Level III) — bukan Awas, dan tidak terjadi erupsi besar.
• Radius bahaya: 5 kilometer dari kawah aktif.
• Jarak destinasi wisata dari zona bahaya: lebih dari 15 kilometer.
• Hoaks yang beredar: video lama erupsi minor yang dinarasikan secara menyesatkan.
• Sumber informasi resmi: akun media sosial PVMBG dan BPBD Kabupaten Serang.
• Status Gunung Anak Krakatau: Siaga (Level III) — bukan Awas, dan tidak terjadi erupsi besar.
• Radius bahaya: 5 kilometer dari kawah aktif.
• Jarak destinasi wisata dari zona bahaya: lebih dari 15 kilometer.
• Hoaks yang beredar: video lama erupsi minor yang dinarasikan secara menyesatkan.
• Sumber informasi resmi: akun media sosial PVMBG dan BPBD Kabupaten Serang.
Kronologi: Dari Hoaks ke Klarifikasi Cepat
- Pukul 08.32 WIB — Sebuah video pendek beredar di TikTok dan WhatsApp yang menampilkan kolom abu vulkanik besar diklaim sebagai erupsi Gunung Anak Krakatau terkini. Narasi video menyebutkan "Krakatau Meletus Hebat, Wisatawan Diminta Menjauh."
- Pukul 09.15 WIB — Tim PVMBG mengidentifikasi video tersebut sebagai rekaman erupsi minor tahun 2019 yang telah diedit dan dipercepat. Data seismik menunjukkan aktivitas kegempaan masih dalam ambang normal untuk level Siaga.
- Pukul 10.00 WIB — Pemerintah Kabupaten Serang mengeluarkan pernyataan klarifikasi melalui Kepala Dinas Pariwisata. "Tidak ada erupsi besar. Destinasi wisata pesisir Anyer, Carita, dan sekitarnya berada di luar radius bahaya," tegas pernyataan tersebut.
- Pukul 11.45 WIB — PVMBG merilis data resmi yang menunjukkan tinggi kolom hembusan maksimal hanya 200 meter dari kawah, tidak teramati aliran piroklastik atau lava pijar yang membahayakan area wisata.
- Pukul 13.00 WIB — Polres Serang mengonfirmasi tengah menyelidiki akun penyebar video hoaks pertama untuk proses hukum lebih lanjut.
Comments (0)