75 Tahun Tertahan, PM Belanda Akhirnya Minta Maaf Atas Pengkhianatan Terhadap Eks Tentara KNIL Maluku

Amsterdam, Beritatercepat.com – Pemerintah Kerajaan Belanda secara resmi menyampaikan permintaan maaf kepada ribuan mantan prajurit Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) asal Maluku beserta ketu

Jul 06, 2026 - 14:04
0 0
75 Tahun Tertahan, PM Belanda Akhirnya Minta Maaf Atas Pengkhianatan Terhadap Eks Tentara KNIL Maluku

Amsterdam, Beritatercepat.com – Pemerintah Kerajaan Belanda secara resmi menyampaikan permintaan maaf kepada ribuan mantan prajurit Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) asal Maluku beserta keturunannya atas perlakuan kejam dan pengabaian sistematis yang mereka alami. Momen bersejarah ini terjadi hampir seperempat abad setelah tragedi kedatangan paksa yang tidak pernah mereka inginkan.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Belanda, Rob Jetten, dalam sebuah seremoni kenegaraan yang berlangsung khidmat. Dalam pidatonya, PM Jetten mengakui bahwa negara telah gagal memberikan penghormatan dan kehidupan yang layak bagi para veteran yang telah mengabdi pada mahkota Belanda selama era perjuangan kemerdekaan Indonesia.

"Atas nama Pemerintah Belanda, saya menyampaikan permintaan maaf yang mendalam atas penderitaan mendalam yang dialami oleh para tentara KNIL asal Maluku dan keluarga mereka," ujar PM Jetten seperti dikutip dalam laporan media kami.

Janji Palsu Evakuasi Sementara di Pelabuhan Rotterdam

Permintaan maaf ini terasa sangat terlambat karena merujuk pada peristiwa kelam 75 tahun silam. Sekitar tahun 1951, sebanyak 12.500 jiwa yang terdiri dari personel militer KNIL asal Maluku dan anggota keluarga mereka tiba di Pelabuhan Rotterdam. Laporan media kami mengungkapkan bahwa kedatangan mereka sarat akan kepedihan; mayoritas dari mereka tidak pernah diberi pilihan atau penjelasan transparan mengenai status mereka di tanah Eropa.

Mereka saat itu dijanjikan bahwa pemindahan tersebut hanyalah sebuah proses evakuasi sementara. Para mantan tentara itu percaya bahwa mereka akan segera kembali ke tanah airnya setelah situasi politik di Indonesia, yang baru saja merdeka, benar-benar stabil. Namun, harapan untuk kembali ke Maluku justru terkubur oleh kenyataan pahit kebijakan kolonial yang diskriminatif.

Alih-alih dipulangkan, para eks tentara ini justru dibubarkan secara sepihak dari dinas militer dan ditempatkan di kamp-kamp pengasingan. Salah satunya adalah kamp bekas kejahatan perang Nazi, Westerbork. Di sanalah mereka hidup dalam pengawasan ketat tanpa status kewarganegaraan yang jelas, sebuah pengabaian yang meninggalkan luka psikologis lintas generasi yang masih terasa hingga saat ini.

Proses evakuasi yang semula digambarkan sebagai penyelamatan, berubah menjadi penahanan yang menelantarkan. Banyak dari eks tentara KNIL yang merasa dikhianati oleh negara yang mereka bela dengan taruhan nyawa. Pengakuan PM Jetten ini menjadi catatan penting dalam sejarah hubungan bilateral Indonesia-Belanda, khususnya dalam mengakui babak gelap dekolonisasi yang penuh kekerasan dan inkonsistensi.

Penulis: Buffy
Editor: Tim Redaksi Beritatercepat.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yoga-mahendra

Editor Breaking. Editor breaking news dan peristiwa terkini.

Comments (0)

User