10 Korban Resmi Lapor, USU Investigasi Pelecehan di FEB

MEDAN – BARU SAJA, 10 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU) resmi melapor sebagai korban pelecehan seksual. Laporan masuk langsung ke Satuan Tugas Pencegahan d...

Jul 13, 2026 - 10:41
0 0
10 Korban Resmi Lapor, USU Investigasi Pelecehan di FEB

MEDAN – BARU SAJA, 10 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU) resmi melapor sebagai korban pelecehan seksual. Laporan masuk langsung ke Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS).

Pelaku diduga mahasiswa FEB berinisial CHS. Satgas PPKS kini menggencarkan investigasi internal. Proses pendalaman berlangsung cepat.

Fakta Kunci Laporan

  • 10 korban resmi melapor ke Satgas PPKS USU.
  • Pelaku diduga mahasiswa FEB inisial CHS.
  • Bukti awal telah dikumpulkan dan diverifikasi.
  • Korban mendapat pendampingan psikologis intensif.
  • Kampus membentuk tim investigasi khusus.
  • Satgas bergerak 24 jam pantau perkembangan.

KONFIRMASI dari internal kampus menyebutkan, laporan pertama masuk pada pekan lalu. Jumlah pelapor terus bertambah. Hingga hari ini, 10 korban sudah memberikan keterangan resmi.

Langkah cepat diambil. Satgas PPKS langsung mengamankan bukti digital. Pemeriksaan saksi-saksi kunci juga dilakukan simultan.

Respons Darurat Kampus

Wakil Rektor III USU, dalam pernyataan tertulisnya, menyatakan kampus berkomitmen penuh menindak kasus ini. Mekanisme penanganan dipercepat.

"Kami tidak akan menoleransi segala bentuk kekerasan seksual," tegasnya. Tim khusus dibentuk untuk menangani korban. Pendampingan hukum dan psikologis digelar setiap hari.

Satgas PPKS telah mengantongi identitas pelaku. CHS kini dalam pengawasan ketat. Proses klarifikasi berjalan paralel.

Sejumlah mahasiswa yang enggan disebut namanya mengaku lega. "Akhirnya ada tindakan nyata," ujar salah satu saksi mata. Desakan muncul agar kampus segera menjatuhkan sanksi tegas.

Kronologi dan Eskalasi

Berdasarkan penelusuran sementara, insiden terjadi dalam rentang waktu dua bulan terakhir. Modus pelaku diduga memanfaatkan relasi organisasi kampus.

Korban awalnya enggan melapor karena tekanan psikologis. Namun, setelah korban pertama berani bersuara, lainnya menyusul secara bertahap. Hari ini, jumlah laporan genap sepuluh.

Satgas PPKS menyebutkan, seluruh laporan telah masuk tahap klarifikasi mendalam. Tim investigasi memeriksa rekaman komunikasi dan lokasi kejadian. Pengumpulan alat bukti digital terus berlangsung.

"Setiap laporan kami perlakukan serius. Tidak ada toleransi," kata sumber di internal Satgas. Proses ini turut melibatkan psikolog profesional. Pemulihan korban jadi prioritas utama.

Tuntutan Mahasiswa dan Langkah Hukum

Sejumlah elemen mahasiswa mendesak transparansi penuh. Aksi solidaritas mulai terorganisir. Mereka menuntut nama baik korban dilindungi.

Kuasa hukum korban juga mulai disiapkan. Tim hukum kampus bersiaga untuk mengawal proses ke ranah pidana. "Kami sedang mengkaji pasal-pasal yang menjerat pelaku," ujar sumber hukum kampus.

Sementara itu, aktivitas perkuliahan FEB tetap berjalan normal. Meski begitu, pengamanan internal kampus ditingkatkan. Petugas keamanan siaga 24 jam.

Dekan FEB mengimbau seluruh mahasiswa menjaga kondusivitas. "Kami percaya proses Satgas," imbuhnya. Pertemuan darurat antara pimpinan fakultas dan Satgas PPKS diagendakan malam ini.

Kasus ini menjadi ujian serius bagi komitmen USU dalam memberantas kekerasan seksual di lingkungan kampus. Masyarakat kampus menanti langkah konkret selanjutnya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User