Jakarta Fair 2026 Ditutup, Transaksi Tembus Rp8,2 Triliun
JAKARTA — Gelaran akbar Jakarta Fair 2026 resmi berakhir pada Sabtu malam (12/7) dengan catatan transaksi luar biasa menembus angka Rp8,2 triliun. Pesta rakyat tahunan yang telah memasuki edisi ke-5...
JAKARTA — Gelaran akbar Jakarta Fair 2026 resmi berakhir pada Sabtu malam (12/7) dengan catatan transaksi luar biasa menembus angka Rp8,2 triliun. Pesta rakyat tahunan yang telah memasuki edisi ke-58 ini sukses menyedot lebih dari 6,1 juta kunjungan selama 32 hari penyelenggaraan, menjadikannya salah satu perhelatan terbesar pasca-pandemi.
Data yang dihimpun panitia menunjukkan total nilai transaksi mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sekitar Rp7,8 triliun. Sementara itu, jumlah pengunjung juga melampaui capaian tahun 2025 yang berada di angka 5,8 juta orang. “Ini bukti bahwa daya beli masyarakat tetap kuat dan Jakarta Fair tetap menjadi magnet ekonomi,” ungkap Ketua Panitia, Andi Wijaya, dalam konferensi pers penutupan.
Rekor Baru Transaksi
Transaksi senilai Rp8,2 triliun menjadi rekor tertinggi dalam sejarah Jakarta Fair. Sebagian besar berasal dari penjualan properti, otomotif, produk elektronik, dan fashion. Sektor otomotif sendiri menyumbang hampir 30% dari total nilai transaksi, dengan lebih dari 3.000 unit kendaraan terjual selama pameran.
- Properti: Rp2,5 triliun
- Otomotif: Rp2,4 triliun
- Elektronik & Gadget: Rp1,2 triliun
- Fashion & UMKM: Rp1,1 triliun
- Lainnya (makanan, furnitur, dll): Rp1 triliun
Antusiasme Pengunjung Meledak
Dengan total kunjungan 6,1 juta orang lebih, Jakarta Fair 2026 mengalami lonjakan sekitar 5% dibanding tahun lalu. Puncak keramaian terjadi pada akhir pekan terakhir ketika konser musik menghadirkan musisi papan atas seperti Dewa 19 dan Tulus. Area outdoor dan indoor di JIExpo Kemayoran terus dipadati pengunjung sejak pintu dibuka pukul 15.00 WIB hingga tengah malam.
“Setiap akhir pekan kami kewalahan menampung pengunjung. Tiket masuk habis terjual sebelum pukul 20.00 WIB pada Sabtu-Minggu terakhir,” kata Manajer Operasional JIExpo, Sari Dewi.
Penutupan Meriah dengan Kembang Api
Upacara penutupan dimeriahkan dengan pesta kembang api selama 15 menit yang memukau puluhan ribu pengunjung yang bertahan hingga pukul 23.00 WIB. Sebelumnya, berbagai pertunjukan seni budaya Betawi, tari tradisional, dan parade kuliner menutup rangkaian acara. “Kami ingin memberikan kenangan indah sekaligus menegaskan bahwa Jakarta Fair selalu menjadi ruang persatuan dan kebahagiaan warga Jakarta dan sekitarnya,” ujar Andi Wijaya.
Panggung utama juga menampilkan kolaborasi spesial antara kelompok musik gambang kromong dengan DJ elektronik yang menggambarkan perpaduan tradisi dan modernitas.
Dampak Ekonomi dan Harapan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengapresiasi capaian Jakarta Fair 2026 yang dinilai mampu menggerakkan roda perekonomian ibu kota. Gubernur DKI Jakarta dalam sambutan tertulisnya menyebut event ini memberikan efek domino bagi sektor transportasi, hotel, dan kuliner di sekitar Kemayoran. “Jakarta Fair bukan sekadar pameran, tapi penggerak utama ekonomi rakyat yang telah menjadi tradisi lebih dari setengah abad,” tulisnya.
Panitia pun optimistis tahun depan Jakarta Fair 2027 dapat menembus transaksi Rp9 triliun dan kunjungan 7 juta orang seiring dengan perbaikan infrastruktur dan perluasan area pameran.
Baca juga:
Comments (0)