Fisika di Balik Kecelakaan McLaren, Peringatan BYD, dan Mobil Bekas Rp100 Juta

JAKARTA – Tiga peristiwa otomotif mencuri perhatian pekan ini: kecelakaan tunggal McLaren 720S yang membuat bodinya terbelah dua, peringatan keras bos BYD tentang mobil listrik yang dipaksa menerjan...

Jul 13, 2026 - 11:54
0 0
Fisika di Balik Kecelakaan McLaren, Peringatan BYD, dan Mobil Bekas Rp100 Juta

JAKARTA – Tiga peristiwa otomotif mencuri perhatian pekan ini: kecelakaan tunggal McLaren 720S yang membuat bodinya terbelah dua, peringatan keras bos BYD tentang mobil listrik yang dipaksa menerjang banjir, serta daftar mobil bekas Rp100 jutaan dengan suku cadang paling lengkap. Semua menjadi rangkuman berita populer yang sarat pembelajaran bagi pengguna jalan.

Struktur Karbon Selamatkan Nyawa di McLaren 720S

Insiden yang melibatkan dua kreator konten, Andra ST (21) dan Robby Pantjaro (21), menyisakan tanya: bagaimana mungkin penumpang selamat setelah hypercar bernomor polisi B 331 itu membentur tiang dan terbelah dua? Jawabannya ada pada hukum fisika dan arsitektur kendaraan super. McLaren 720S dibangun dengan sasis monocoque serat karbon yang dirancang menyerap energi benturan secara terarah. Saat terjadi tabrakan frontal keras, bagian depan dan belakang memang sengaja hancur untuk mendisipasi energi, sementara sel penumpang tetap utuh. Hal ini mirip dengan prinsip mobil balap Formula 1: komponen di luar kokpit dikorbankan demi melindungi pengemudi.

Dalam kecelakaan ini, separasi bodi justru menjadi bukti bahwa struktur keselamatan bekerja. Kabin tetap kaku tanpa deformasi berarti, sehingga airbag dan sabuk pengaman bisa menahan tubuh korban dari cedera fatal. Tim penyelamat di lokasi mengonfirmasi kedua korban selamat dengan luka ringan, sebuah hasil yang bisa dibilang ajaib mengingat visual mobil yang tampak hancur total.

Peringatan Bos BYD: Mobil Listrik Bukan Perahu Amfibi

Di sisi lain, aksi nekat komunitas pemilik BYD di Guangxi, China, menuai reaksi tegas dari pabrikan. Relawan menggunakan mobil listrik Denza dan Fang Cheng Bao untuk menerjang banjir setinggi hampir satu meter demi mengirim bantuan logistik. Meski misi kemanusiaan itu patut dihargai, bos BYD langsung mengingatkan: "Ini bukan perahu amfibi."

Pernyataan tersebut menekankan bahwa meskipun mobil listrik memiliki keunggulan torsi instan dan tidak memiliki saluran udara pembakaran, komponen kelistrikan bertegangan tinggi tetap sangat rentan terhadap air. Air yang masuk ke baterai atau modul kontrol bisa memicu korsleting, kebakaran, atau kerusakan permanen yang tidak ditanggung garansi. Pabrikan meminta pengguna untuk memahami batas kemampuan kendaraan dan tidak menjadikan banjir sebagai ajang uji ketangguhan tanpa perhitungan risiko.

Mobil Bekas Rp100 Juta: Suku Cadang Melimpah

Bagi konsumen dengan dana terbatas, pasar mobil bekas selalu menjadi penyelamat. Pada kisaran harga Rp100 jutaan, beberapa model hatchback Jepang masih menjadi primadona karena keandalan dan ketersediaan suku cadang. Suzuki Swift, Toyota Yaris, dan Honda Jazz generasi awal mendominasi daftar. Ketiganya dikenal memiliki jaringan bengkel spesialis yang luas, dukungan komunitas, serta stok komponen orisinal maupun aftermarket yang melimpah di pasaran. Biaya perawatan yang rendah dan konsumsi bahan bakar irit membuatnya tetap relevan sebagai kendaraan harian di tengah gempuran mobil baru bermesin canggih.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tasya-kamila

Social Media Editor. Mengelola distribusi breaking news lintas platform.

Comments (0)

User