Kecelakaan Pick Up Rombongan Nikah di Indramayu, 13 Tewas
Indramayu, – Sebanyak 13 orang meninggal dunia dalam kecelakaan tragis di Jalur Pantura, tepatnya di wilayah Indramayu, pada Minggu malam. Mobil pick up yang membawa rombongan pemuda yang baru pulan...
Indramayu, – Sebanyak 13 orang meninggal dunia dalam kecelakaan tragis di Jalur Pantura, tepatnya di wilayah Indramayu, pada Minggu malam. Mobil pick up yang membawa rombongan pemuda yang baru pulang dari pesta pernikahan dihantam truk tronton dari arah belakang saat hendak memutar balik. Benturan keras menyebabkan seluruh penumpang di bak belakang terpental dan tewas di tempat.
Kronologi Kecelakaan Maut
Menurut keterangan saksi mata, rombongan menggunakan mobil pick up bak terbuka warna hitam melaju dari arah Cirebon menuju Indramayu. Setelah menghadiri resepsi pernikahan kerabat mereka di Desa Juntinyuat, pengemudi mencoba memutar balik kendaraan di Kilometer 136. Tiba-tiba, sebuah truk tronton bermuatan berat yang melaju di lajur yang sama tidak dapat menghentikan lajunya dan menabrak bagian belakang pick up.
Akibat tabrakan, seluruh penumpang di bak yang tidak dilengkapi sabuk pengaman langsung terlempar ke aspal. Beberapa korban terseret puluhan meter. "Saya melihat orang-orang berhamburan seperti benda. Suaranya sangat keras, seperti ledakan," ujar Ridwan, saksi yang berada di warung dekat lokasi.
Data Korban dan Kendaraan
- Korban meninggal: 13 orang (9 laki-laki, 4 perempuan)
- Korban luka: 7 orang dilarikan ke RSUD Indramayu dan RS Bhayangkara
- Kendaraan terlibat: Mobil pick up Suzuki Carry (nopol E ...) dan truk tronton Hino (nopol B ...)
- Lokasi: Jalan Raya Pantura Km 136, Desa Juntinyuat, Kecamatan Juntinyuat, Indramayu
- Waktu kejadian: Sekitar pukul 23.00 WIB, Minggu malam
Korban yang selamat masih menjalani perawatan intensif. Identitas para korban masih dalam proses pendataan oleh pihak kepolisian.
Respons Kepolisian dan Penanganan
Kapolres Indramayu melalui Kasat Lantas AKP Handoko membenarkan peristiwa tersebut. "Kami sedang mengumpulkan keterangan saksi dan mengamankan kedua kendaraan untuk penyelidikan lebih lanjut. Dugaan sementara, sopir truk tidak sempat mengantisipasi gerakan pickup yang tiba-tiba memutar," jelasnya kepada wartawan di lokasi.
Polisi juga menyebutkan bahwa pick up tersebut diduga kelebihan muatan. Sesuai aturan, mobil bak terbuka tidak diizinkan mengangkut penumpang di bagian belakang. "Ini menjadi faktor utama tingginya jumlah korban jiwa. Kami mengimbau masyarakat tidak lagi menggunakan kendaraan angkutan barang untuk mobilitas orang," tegasnya.
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Tim SAR dan relawan harus bekerja cepat memindahkan jenazah yang tersebar di jalan. Lalu lintas di kedua arah sempat macet total selama dua jam.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan olah tempat kejadian perkara. Sopir tronton telah diamankan untuk dimintai pertanggungjawaban.
Baca juga:
Comments (0)